INFOTANGERANG.CO.ID, Kesehatan – Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Islam, tetapi bagi ibu hamil, ada beberapa pertimbangan khusus sebelum menjalankannya. Secara medis dan agama, ibu hamil diberikan keringanan untuk tidak berpuasa jika dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan dirinya maupun janinnya. Oleh karena itu, ibu hamil perlu memahami kondisi tubuhnya sebelum memutuskan untuk berpuasa.
Kondisi Kesehatan Ibu & Janin
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, RS Sari Asih Bintaro, dr Astri Noviani, Sp.OG, menjelaskan jika ibu dalam kondisi sehat dan tidak memiliki komplikasi kehamilan, puasa umumnya aman dilakukan. Namun, bagi ibu hamil yang mengalami morning sickness parah, anemia, diabetes gestasional, tekanan darah rendah, atau kondisi medis lainnya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa. Pastikan pula janin tetap tumbuh dengan baik dan tidak mengalami kekurangan nutrisi akibat perubahan pola makan selama puasa.
Sinyal Bahaya yang Harus Diperhatikan
Jika mengalami gejala berikut, dr Astri Noviani, Sp.OG, mewanti-wanti ibu hamil sebaiknya segera membatalkan puasanya dan berkonsultasi dengan dokter:
1. Pusing atau lemas berlebihan yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
2. Penurunan gerakan janin, yang dapat menjadi tanda bahwa bayi tidak mendapatkan cukup nutrisi.
3. Kontraksi dini atau nyeri perut, yang bisa meningkatkan risiko persalinan prematur.
4. Mual dan muntah parah, yang menyebabkan kekurangan cairan dan nutrisi.
5. Dehidrasi dengan tanda-tanda seperti mulut kering, produksi urin sangat sedikit, atau bahkan pingsan.
Tips Aman Berpuasa bagi Ibu Hamil
Berikut beberapa tips dari dr Astri Noviani, Sp.OG , agar ibu hamil yang berpuasa tetap sehat selama menjalankan ibadah ini:



