Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Rakor TPP Kabupaten Tangerang Tahun 2026, Korkab Anton Irfani Tekankan Sinergi dan Penguatan Program

Rakor membahas sejumlah isu strategis mulai dari ketahanan pangan desa, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemutakhiran data KDMP, data Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) hingga pemantauan perencanaan Dana Desa tahun 2026.

Kabupaten Tangerang  

Editor: Ardiansyah

Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tahun 2026, Senin (26/1/2026) di Aula Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.
Advertisement

KABUPATEN TANGERANG Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tahun 2026, Senin (26/1/2026) di Aula Desa Kadu, Kecamatan Curug. Peserta Rakor terdiri dari seluruh Pendamping Desa se-kabupaten Tangerang.

Rakor membahas sejumlah isu strategis mulai dari ketahanan pangan desa, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemutakhiran data KDMP, data Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) hingga pemantauan perencanaan Dana Desa tahun 2026.

Rakor ini dipimpin oleh Koordinator Kabupaten Tangerang, Anton Irfani, serta dihadiri oleh Tenaga Ahli Ahmad Jariri, Abdul Basit, dan Suparman. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam perencanaan dan pelaksanaan program desa.

Baca juga:  HMTU dan Aktivis Tangerang Utara Desak Perbup 12 Jadi Perda Segera Direalisasikan

Dalam sambutannya, Anton Irfani menegaskan bahwa ketahanan pangan desa menjadi salah satu fokus utama yang harus diperhatikan dalam perencanaan pembangunan desa ke depan. Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

“Perencanaan ketahanan pangan harus disusun secara matang dan terintegrasi dengan Dana Desa, termasuk melalui optimalisasi peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa,” ujar Anton.

Baca juga:  Sambut Hari Kemerdekaan, PT Satu Stop Sukses Sebut Belum Merdeka: Mafia Tanah Masih Merajalela di Bencongan Kelapa Dua

Selain itu, Rakor juga menyoroti penguatan BUMDes agar mampu berperan lebih optimal dalam mendukung ekonomi lokal. Anton menekankan pentingnya tata kelola BUMDes yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Tenaga Ahli Ahmad Jariri memaparkan pentingnya pemutakhiran dan validasi data, khususnya data KDMP dan data BLT-DD, sebagai dasar perencanaan dan penyaluran program bantuan. Ia menegaskan bahwa akurasi data menjadi kunci agar kebijakan dan bantuan tepat sasaran.

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement