Dia menceritakan kedekatannya dengan berbagai sosok wartawan sejak aktif berkiprah sebagai aktivitas hingga saat ini menjadi wakil rakyat.

“Saya sangat berterimakasih kepada teman-teman wartawan yang telah bersama-sama berjuang membangun bangsa dan negara ini. Teruskan perjuangan kita ini sampai akhir nafas nanti,” tegasnya.

Narasumber lainnya yaitu sosok milenial yang aktif menyosialisasikan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada kalangan muda, Abraham Garuda Laksono.

Abraham juga bercerita semangatnya mengajak kaum milenial khususnya, untuk tidak pernah melupakan akar sejarah bangsa. Karenanya, ia kemudian tertarik untuk belajar memperdalam ideologi Pancasila ke berbagai ahli karena sebelumnya menempuh pendidikan di luar negeri.

“Saya sangat bangga lahir dari rahim Ibu Pertiwi, karena selain bangsa ini memiliki kekayaan budaya dan sumber daya lainnya, juga memiliki perekat persatuan yang kokoh, yaitu Pancasila,” bebernya.

Direktur Karang Tumaritis Institute tersebut juga bercerita berbagai pengalaman bangsa-bangsa besar lainnya yang kemudian terpecah-pecah karena tiadanya perekat persatuan yang handal, seperti Ini Soviet dan Yugoslavia.

“Jejak sejarah bangsa-bangsa tersebut menjadi pembelajaran berharga bahwa tak mudah merawat persatuan tanpa ideologi yang mumpuni, maka kita bersyukur sekali karena memiliki Pancasila,” tutur Abraham.

Dia mengajak generasi milenial saat ini untuk terus mempelajari dan mendalami falsafah Pancasila, kemudian berusaha menerapkannya dalam kehidupan pribadi sehari-hari, melalui perbuatan-perbuatan yang bermanfaat untuk sesama.

Ketua PWI Kabupaten Tangerang Sangki Wahyudin menyambut baik diselenggarakannya kegiatan tersebut. Sangki mengatakan, sosialisasi 4 Pilar MPR RI itu menyegarkan ingatan para jurnalis untuk menyadari peran pentingnya sebagai pewarta yang juga harus memahami sejarah.

“Sebagai bangsa yang memiliki sejarah peradaban panjang, kemudian lahir Pancasila, tentunya kita sangat bangga menjadi putra dan putri Ibu Pertiwi. Sebagai insan pers, tentunya segala karya jurnalistik yang dihasilkan, tak lain demi membangun bangsa dan negara ini terus melaju di rel yang dicita-citakan bersama, sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945,” terang Sangki.

Sangki berpesan kepada seluruh anggota PWI Kabupaten Tangerang untuk berkaca pada sejarah, dan mengambil hikmah positif, agar setiap anggotanya mampu menjadi insan-insan pers yang berjiwa patriotik, nasionalis, dan pancasilais.

Di akhir kegiatan, Direktur Karang Tumaritis Institute Abraham Garuda Laksono juga memberikan bantuan paket sembako kepada peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *