Wamen Ossy berharap kerja sama lintas instansi dapat berfokus pada tiga agenda utama, yaitu kepastian tata ruang dan penguatan iklim investasi, integrasi data dan optimalisasi pendapatan daerah, serta transformasi pelayanan dan penguatan kepercayaan publik. Ia juga menyoroti integrasi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Objek Pajak (NOP) sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan potensi penerimaan fiskal pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Sementara itu, Harison mengapresiasi terselenggaranya Banten Investment Forum yang mendapat sambutan positif dari pelaku investasi dalam negeri maupun luar negeri. Ia menegaskan bahwa integrasi data NIB dan NOP yang telah berjalan di Kota Tangerang Selatan dan disusul Kota Cilegon dan Kota Serang, diharapkan segera diperluas ke kabupaten/kota lainnya di Banten sebagai upaya memperkuat iklim investasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Melalui integrasi data NIB dan NOP, kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BPN semakin kuat sehingga kepastian layanan pertanahan dan kemudahan berusaha dapat mendukung pertumbuhan investasi yang berkelanjutan,” ujar Harison.
Turut hadir Tenaga Ahli Bidang Ekonomi Pertanahan, Dedi Noor Cahyanto; serta Tenaga Ahli Bidang Administrasi Negara dan Good Governance, Ajie Arifuddin beserta tamu undangan lainnya.
(Febri/Rdk)


