KESEHATAN – Persiapan ibadah Umrah dan Haji tidak hanya berkaitan dengan dokumen perjalanan dan perlengkapan ibadah. Kondisi kesehatan jamaah juga menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan sejak jauh hari, termasuk pemenuhan vaksinasi meningitis sebagai salah satu persyaratan perjalanan ke Arab Saudi.
Kewajiban vaksinasi tersebut berkaitan dengan tingginya mobilitas jamaah dari berbagai negara yang berkumpul dalam satu wilayah selama pelaksanaan Umrah maupun Haji. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular, termasuk infeksi meningitis.
Dokter Vaksinator RS Sari Asih Karawaci, dr. Fadli Ambara, MARS, menjelaskan bahwa vaksinasi tidak hanya bertujuan memenuhi persyaratan perjalanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perlindungan kesehatan jamaah.
“Dengan divaksinasi, kita melindungi diri dan orang sekitar seperti bayi, lansia, atau individu dengan imun lemah, terlebih di wilayah dengan risiko penularan tinggi,” jelas dr. Fadli.
Meningitis sendiri merupakan peradangan pada meninges, yaitu selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri dan virus.
Salah satu penyebab yang menjadi perhatian adalah bakteri Neisseria meningitidis atau meningokokus. Infeksi akibat bakteri tersebut dapat menyebabkan penyakit serius sehingga pencegahan melalui vaksinasi menjadi bagian penting dalam perlindungan jamaah.
Jangan Vaksinasi di Saat Terburu-buru
Calon jamaah juga perlu memperhatikan waktu pemberian vaksin sebelum keberangkatan. Berdasarkan ketentuan perjalanan yang disebutkan dalam edaran otoritas Arab Saudi, vaksin meningitis perlu diberikan setidaknya 10 hari sebelum kedatangan.
Karena itu, calon jamaah sebaiknya tidak menunggu hingga mendekati jadwal penerbangan untuk mengurus vaksinasi dan dokumen kesehatan.


