KESEHATAN – Keracunan makanan kerap kali dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa yang bisa sembuh dengan sendirinya. Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa makanan yang tidak aman dapat memicu lebih dari 200 jenis penyakit.
Menurut dr. Muhammad Fadil dari RS Sari Asih Bintaro, keracunan makanan harus segera dicurigai ketika keluhan saluran pencernaan muncul setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.
“Gejala yang paling sering muncul adalah mual, muntah, diare, kram atau nyeri perut, dan pada sebagian kasus dapat disertai demam. Tingkat keparahannya dapat berbeda pada setiap orang,” ujar dr. Muhammad Fadil.
Memahami Akar Masalah dan Gejala
WHO menjelaskan bahwa penyakit akibat makanan umumnya dipicu oleh mikroorganisme seperti bakteri (Salmonella, Campylobacter, hingga E. coli), virus, parasit, maupun kontaminasi zat kimia berbahaya.
Kontaminasi ini dapat terjadi di berbagai tahapan mulai dari produksi, pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian serta diperparah oleh kontaminasi silang antara bahan mentah dan makanan matang.
Peringatan Dehidrasi: Muntah dan diare berulang dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Kondisi ini memicu dehidrasi yang harus sangat diwaspadai, terutama pada anak-anak, lansia, serta pemilik kondisi kesehatan tertentu.
Langkah Tepat Mengatasi Keracunan Makanan


