INFOTANGERANG.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda meluas hingga memicu penutupan sementara empat bandara utama di Banten, Jakarta, dan Lampung, akibat sebaran abu vulkanik di ruang udara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, melaporkan penutupan bandara dilakukan sejak Minggu pagi (6/9/2026) untuk menjamin keselamatan navigasi penerbangan:

· Bandara Soekarno-Hatta: Ditutup 02.08–09.30 WIB

· Bandara Halim Perdanakusuma: Ditutup 07.20–10.00 WIB

· Bandara Radin Inten II Lampung: Ditutup 04.18–10.00 WIB

· Bandara Budiarto Curug: Ditutup 06.48–09.30 WIB

“Status operasional dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu dan kondisi meteorologi,” kata Berton.

Berdasarkan pemantauan satelit Himawari dan VAAC Darwin, sebaran abu vulkanik kini membumbung hingga ketinggian FL480 (14,6 kilometer) di atas permukaan laut dengan pergerakan dominan ke arah barat hingga barat daya.

PVMBG mencatat gempa letusan menerus dengan amplitudo maksimum 70 mm berdurasi 21.600 detik (enam jam), disertai pancaran lava fountain dan suara gemuruh yang getarannya terasa hingga ke pesisir Banten, Lampung, bahkan Bandung.

Pusdalops BPBD Kabupaten Serang melaporkan hujan abu vulkanik telah melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Serang: Anyer, Cinangka, Ciomas, Mancak, Pabuaran, Baros, dan Padarincang, serta wilayah pesisir Pandeglang seperti Carita dan Labuan.

Masyarakat pengguna jasa penerbangan diharapkan memantau informasi terbaru dari operator bandara dan otoritas penerbangan sebelum melakukan perjalanan.

 

(AD/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *