INFOTANGERANG.CO.ID – Sebanyak 33 siswa di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Rabu (29/4/2026). Para siswa dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan diare setelah tiba di rumah.

Berdasarkan data yang dihimpun, para korban berasal dari Desa Cirumpak. Mereka mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kronjo dan Klinik Cayur. Kini, kondisi mereka dilaporkan berangsur membaik; sebagian besar telah diperbolehkan pulang, sementara dua anak masih menjalani perawatan intensif.

Camat Kronjo, M. Mumu Mukhlis, menyatakan aparat kecamatan telah bergerak cepat memastikan para korban mendapat pelayanan terbaik. Kapolsek Kronjo, Iptu Bayu Sujatmiko, turut menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan.

Dugaan sementara dari hasil pemeriksaan awal mengarah pada menu makaroni yang diduga telah terkontaminasi bakteri karena proses pengolahan yang dilakukan sejak malam sebelumnya.

“Makaroni yang dimasak sejak malam sebelumnya diduga menjadi penyebab karena kemungkinan sudah terpapar bakteri,” ungkap Kapolsek Kronjo.

Dapur SPPG Ditutup, Belum Ada SLHS

Pascainsiden, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cirumpak yang berada di bawah naungan Yayasan Leuit Abhipraya Nawasena.

Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang juga telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam 7 hingga 10 hari.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, justru mengungkap sebuah fakta lainnya. SPPG Cirumpak diduga belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinkes saat kejadian berlangsung.

“Mereka baru mengurus izin. Izin operasional sudah keluar dari BGN, tapi ke Dinkes baru mulai proses,” ujar Hendra.

Bupati Tangerang Mengaku Belum Tahu

Di sisi lain, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengaku belum menerima informasi detail terkait peristiwa ini. Saat dikonfirmasi oleh wartawan seusai apel, ia hanya memberikan pernyataan singkat dan berjanji akan segera mengecek kebenaran informasi tersebut.

Kini, kepolisian masih terus melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti keracunan sambil menunggu hasil uji laboratorium. Program MBG di wilayah tersebut diketahui menjangkau hingga 2.820 penerima manfaat, termasuk siswa, PAUD, ibu hamil, dan balita.

(AD/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *