INFOTANGERANG.CO.ID – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir di Perumahan Nuansa Mekarsari 1, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Sabtu (3/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan warga serta merancang solusi teknis guna memutus siklus banjir tahunan di wilayah tersebut.

Banjir yang dipicu hujan deras sejak Jumat malam mengakibatkan genangan setinggi lutut orang dewasa. Dalam tinjauan tersebut, Bupati didampingi oleh jajaran BPBD, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA), serta perangkat kecamatan setempat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang telah memetakan langkah-langkah strategis untuk menangani dampak bencana dan pencegahan ke depan:

  • Jangka Pendek: Penyaluran bantuan logistik dan pendirian dapur umum bagi warga yang berada di pengungsian.
  • Jangka Menengah & Panjang: Fokus pada perbaikan infrastruktur air, termasuk:
  1. Normalisasi Saluran: Pengerukan saluran pembuangan menuju Sungai Cilongok dan Sungai Cirarab.
  2. Infrastruktur Fisik: Peninggian jembatan dan pembangunan sistem pompanisasi untuk mempercepat pengaliran air keluar pemukiman.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang menargetkan langkah teknis normalisasi akan dimulai pada pertengahan Januari 2026.

“Kami upayakan pertengahan Januari ini pengerjaan normalisasi sudah mulai berjalan untuk mengurangi beban air di perumahan,” jelas Rijal, Kepala Bidang SDA Dinas Bina Marga dan SDA.

Selain intervensi pemerintah, Bupati Maesyal Rasyid menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia menyoroti perilaku membuang sampah ke sungai yang kerap menjadi faktor utama penyumbatan saluran air.

“Kami mohon kerja sama warga, jangan membuang sampah ke sungai. Giatkan kembali kerja bakti. Jika ada tumpukan sampah, segera koordinasikan dengan Lurah agar bisa langsung diangkut,” tegas Bupati.

Ketua RW 06 Perumahan Nuansa Mekarsari 1, Andri Suseno, mengapresiasi kehadiran langsung Bupati di lokasi. Menurutnya, bantuan teknis berupa pompanisasi sangat dinantikan mengingat warga di wilayahnya kerap mengalami kerugian harta benda akibat banjir yang terus berulang setiap tahun.

(AD/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *