KABUPATEN TANGERANG – Indikasi meluasnya penyebaran varian omicron di Kabupaten Tangerang, menanggapi hal tersebut Camat Kresek, H.M Epi Supriyatna mengatakan bahwa wilayah Kecamatan Kresek akan terus berupaya melakukan pencegahan agar tidak meluas.
“Kita sikapi dengan segera lewat upaya pencegahan penyebaran yang masif, dan kesiapan fasilitas kesehatan harus segera dipastikan agar penyebaran virus corona varian baru itu tidak meluas,” kata Epi Supriyatna dalam rangkaian sosialisasi di Desa Renged, Rabu (2/2/2022).
Epi menjelaskan, dari catatan Kementerian Kesehatan pada akhir tahun lalu sebagian besar varian omicron di tanah air terdeteksi berawal di DKI Jakarta. Bahkan, ketika itu telah ditemukan kasus transmisi lokal. Menteri Kesehatan juga mengungkapkan kasus yang disebabkan varian Omicron di DKI Jakarta naik dari 0% ke 13,5% dalam dua minggu.
“Kecepatan penularan varian omicron tersebut harus segera kita imbangi dengan testing dan tracing, treatment yang agresif agar tidak berdampak meluas,” jelasnya.
“Kami selaku Forkopimcam Kresek akan terus berupaya dalam penangulangan dan pencegahan masuknya varian Omicron, di Wilayah kita,” lanjutnya.
Masih kata Epi, Saat ini pihaknya berkewajiban untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang Covid-19 varian omicron.
“Alhamdulillah di Kecamatan Kresek sampai saat ini tidak ada pasien yang terjangkit atau gejala Covid-19 varian omicron. Covid dari dulu masih ada, kita harus mencegah penyebarannya dengan mematuhi protokol kesehatan. Omicron sendiri tidak seganas varian delta yang banyak merenggut nyawa, tetapi kita tetap harus waspada dan mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.
Melalui vaksinasi, lanjut Epi, merupakan langkah memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Menurutnya, dengan vaksinasi dapat membentuk kekebalan tubuh di tubuh masyarakat.
“Vaksinasi dan tim satgas Covid-19 harus terus berupaya untuk mencegah penyebaran Omicron, lebih kita tingkatkan lagi dengan cara meningkatkan imunitas setiap warga, antara lain lewat program vaksinasi, peningkatan gizi masyarakat dan kebersihan lingkungan harus konsisten dilakukan di setiap daerah,” ujarnya.
“Yang pasti juga harus didukung juga dengan kelengkapan sarana dan SDM yang memiliki kapasitas dan integritas yang baik dalam melaksanakan tugas tersebut. Mekanisme isolasi bagi orang atau masyarakat yang terpapar harus bisa dipantau dengan baik untuk mencegah risiko penularan yang lebih luas,” tambah Epi Supriyatna.
(Jar/Fan)


