INFOTANGERANG.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Banten, mengimbau anak-anak yang mengalami gejala campak untuk tidak berangkat ke sekolah. Langkah ini bertujuan mencegah penularan lebih luas menyusul lonjakan kasus pada awal tahun 2026.
Hal tersebut menjadi peringatan kepada warga khususnya para orang tua agar waspada dengan penyakit campak yang saat ini sedang meningkat.
Agar di ketahui, campak bukan sekadar ruam biasa. Ini adalah infeksi virus yang tingkat penularannya sangat tinggi, terutama pada anak-anak. Jika diabaikan, penyakit ini berisiko memicu komplikasi yang membahayakan nyawa.
Itulah sebabnya, orang tua perlu jeli mengenali tanda-tandanya sejak dini serta tahu langkah apa yang harus diambil saat merawat anak di rumah.
1. Waspadai Gejala Awal: Lebih dari Sekadar Flu
Menurut dr. Putri Mutiara Sari dari RS Sari Asih Cipondoh, gejala campak sering kali menyamar sebagai flu biasa di tahap awal. Namun, kombinasi gejala berikut patut diwaspadai:
• Demam Drastis: Suhu tubuh anak bisa melonjak tajam hingga menyentuh angka 40°C.
• Gejala Pernapasan & Mata: Batuk kering, hidung tersumbat (pilek), serta mata yang memerah dan berair.
• Bintik Koplik (Tanda Khas): Perhatikan area dalam mulut (pipi bagian dalam). Jika ada bintik putih keabu-abuan dengan dasar merah, itu adalah tanda kuat campak yang muncul 1-2 hari sebelum ruam luar terlihat.
• Ruam Merah yang Menyebar: Ruam biasanya muncul pertama kali di area wajah dan belakang telinga, lalu turun menyebar ke seluruh tubuh hingga kaki dalam waktu sekitar satu minggu.
Catatan: Gejala ini biasanya baru muncul 7 hingga 14 hari setelah anak terpapar virus.
2. Pertolongan Pertama dan Perawatan di Rumah
Jika si kecil terdiagnosis campak, fokus utama adalah menjaga kenyamanan dan mempercepat pemulihan dengan langkah-langkah berikut:



