Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Campak Merebak, Ini Panduan Orang Tua Mengenali dan Menanganinya pada Anak

Kesehatan  

Ilustrasi - seorang terkena penyakit campak.
Advertisement

• Istirahat Total & Isolasi: Pastikan anak istirahat dengan cukup dan batasi kontak dengan anggota keluarga lain (terutama bayi yang belum imunisasi) untuk memutus rantai penularan.

• Cegah Dehidrasi: Demam tinggi dan sariawan sering membuat anak malas minum. Berikan air putih, sup hangat, atau jus buah secara rutin.

• Obat Penurun Panas: Gunakan parasetamol sesuai dosis anjuran dokter. Penting: Hindari penggunaan aspirin pada anak karena risiko komplikasi fatal.

• Jaga Kelembapan Udara: Gunakan humidifier atau pelembap udara untuk membantu meredakan batuk dan sesak di hidung.

Baca juga:  Terlalu Lama Parkir Di Bandara Soekarno-hatta Tarif Parkir Mobil ini Mencapai Rp. 893 Juta

3. Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?

Jangan menunda untuk membawa anak ke dokter jika muncul tanda-tanda bahaya berikut:

1. Demam tinggi yang tidak kunjung reda lebih dari 3 hari.

2. Tanda dehidrasi (bibir sangat kering, jarang buang air kecil).

3. Gangguan pernapasan seperti sesak napas atau nyeri dada.

4. Anak tampak sangat lemas, tidak sadar, atau mengalami kejang.

Tanpa penanganan medis yang tepat, campak dapat berkembang menjadi infeksi telinga, pneumonia (paru-paru basah), hingga ensefalitis (radang otak). Anda bisa segera melakukan konsultasi dengan spesialis di poli anak rumah sakit terdekat untuk diagnosis yang akurat.

Baca juga:  Akupunktur Medik di Bintaro: Solusi Medis Modern untuk Kesehatan & Estetika di RS Sari Asih

Pencegahan Utama

Cara terbaik melindungi anak dari ancaman campak adalah melalui vaksinasi. Pastikan buah hati Anda mendapatkan imunisasi dasar lengkap, termasuk vaksin MMR, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh IDAI.

(Mad/Rdk)

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement