HIKMAH – Kunci keberkahan hidup adalah memiliki niat lurus lillahi ta’ala, yakni melakukan segala sesuatu hanya untuk Allah SWT, tidak hanya beraktivitas untuk mendapatkan pujian manusia. Sehingga, segala lelah yang terasa tidak akan sia-sia. Terlebih saat menjaga kualitas amal, karena hati senantiasa terkoneksi dengan Allah SWT di setiap waktu.

Dirangkum infotangerang.co.id dari berbagai sumber, segala sesuatu yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT akan mendatangkan pahala bagi pelakunya. Sebaliknya, jika ia bekerja tanpa niat untuk beribadah kepada Allah SWT, maka ia hanya akan mendapatkan rasa lelah.

Sebagaimana tercantum dalam hadits nabi yang sangat terkenal, Shahih Bukhari serta terdapat dalam Kitab Arba’un Nawawi.

Hadits tersebut berbunyi:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Artinya: “Sesungguhnya perbuatan itu hanya tergantung kepada niat, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barang siapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.”

Hadits ini dapat mengambil pelajaran, agar usaha tidak hanya mendapatkan lelah saja, maka harus meniatkan segala pekerjaan untuk ibadah.

Kemudian terdapat juga ayat Al Quran yang berbunyi:
وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.” (QS. Al Qashash: 77).

Berikut cara mengubah lelah menjadi lillah:

1. Niat yang Lurus dan Tulus

Niat menjadi salah satu kunci dasar agar lelah jadi lillah, supaya aktivitas tidak sia-sia, tiap tindakan pun tidak melampaui batas, dan segala hal yang dikerjakan bisa berbuah berkah.

Salah satu kunci penting agar memiliki niat yang lurus dan tulus ialah mengucapkan bismillahirrahmanirrahiim sebelum melakukan aktivitas apa pun. Karena bismillah adalah bentuk kesungguhan seseorang untuk melibatkan Allah SWT sejak awal ikhtiar.

2. Menjauhi Perusak Kehidupan

kerusakan hidup yang paling parah tidak hanya sekadar kehancuran seseorang, tingkat pendidikan yang lebih rendah, atau keluarga yang berantakan, melainkan jauhnya seseorang dari Allah SWT. Karenanya, jangan sampai menduakan cinta-Nya, memutus rantai kebaikan, dan tidak lari dari kenyataan hidup.

3. Menjaga Kualitas Ibadah dan Amal Shalih

Imam Adz-Dzahabi mengatakan, “Orang yang ikhlas ialah ia yang dengan senang hati menyembunyikan amal shalihnya sebagaimana ia menyembunyikan semua kemaksiatan dan dosa-dosanya.”

Setelah beramal shalih yakni menyembunyikannya dari orang lain. Cukup ia dan Allah SWT saja yang tahu. Agar hati tidak berharap sanjungan atau pujian dari orang lain. Sebab, berharap pujian, itu artinya riya (pamer).

Tidak meremehkan ibadah shalat dan sedekah, sebab kelak semua amal shalih dapat menyelamatkan seseorang pada hari hisab (perhitungan) amal.

Follow Video INFO TANGERANG dan Berita infotangerang.co.id di Google News

(Rdk)

Pandangan Islam mengenai pamer harta di media sosial:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *