INFOTANGERANG.CO.ID – Menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, kondisi ruas Tol Jakarta–Tangerang menjadi sorotan tajam Komisi V DPR RI. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menilai kerusakan jalan di tol tersebut sudah parah dan berpotensi membahayakan keselamatan pengendara. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan, DPR mendesak adanya perbaikan secepatnya sebelum puncak arus mudik tiba.
“Kerusakan jalan cukup parah sampai masyarakat tidak tahan lagi dan akhirnya menyampaikan langsung ke Komisi V. Karena itu kami melakukan sidak ke ruas tol Jakarta–Tangerang yang banyak dikeluhkan,” papar Huda dalam keterangan tertulis yang diterima di Tangerang, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, Komisi V menerima banyak pengaduan masyarakat, baik melalui pesan WhatsApp maupun laporan langsung kepada anggota DPR. Berdasarkan pemantauan di lapangan, kerusakan serius ditemukan di beberapa titik, terutama di ruas yang dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Huda mengingatkan bahwa seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) wajib memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) jalan tol yang mencakup 16 indikator. Komisi V bahkan telah membentuk panitia kerja (Panja) khusus untuk mengawasi pemenuhan standar tersebut. Ia menegaskan, kerusakan jalan tol tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan pengguna. Bahkan dua anggota Komisi V asal Lampung yang rutin melintasi jalur tersebut mengaku merasakan langsung dampaknya, di mana mobil terasa bergoyang saat melewati ruas yang rusak.
Dalam permasalahan ini, DPR RI mendesak Menteri Pekerjaan Umum (PU), Menteri Perhubungan, serta Jasa Marga agar melakukan perbaikan secepatnya mengingat arus mudik Lebaran sudah semakin dekat. Keluhan publik dinilai sudah sangat serius, bahkan sebagian masyarakat mengancam akan melakukan aksi demonstrasi jika tidak ada perbaikan segera.
“Dalam jangka pendek harus ada percepatan perbaikan. Jalan rusak ini berisiko menyebabkan kecelakaan. Kalau belum bisa diperbaiki, minimal harus diberi tanda peringatan agar tidak membahayakan pengguna jalan,” tegas Huda.
Komisi V juga meminta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk bertindak tegas jika ada operator yang tidak memenuhi SPM. “Kalau setelah evaluasi tidak ada kesungguhan perbaikan, BPJT bisa menjatuhkan sanksi tegas. Salah satunya menurunkan tarif tol atau bahkan menolak usulan kenaikan tarif,” ujarnya.
Di sisi lain, operator jalan tol selama ini berdalih kerusakan juga dipicu oleh kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang melampaui kapasitas jalan . Namun Huda menegaskan alasan tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran. “Apapun alasannya, kerusakan jalan tol yang membahayakan pengguna tidak bisa ditoleransi,” kata Huda.
Menanggapi sorotan tersebut, Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), Widiyatmiko Nursejati, menyatakan pihaknya terus melakukan perbaikan perkerasan jalan secara bertahap di sepanjang Ruas Tol Jakarta–Tangerang, dengan prioritas penanganan mulai dari KM 8 hingga KM 26.
“Saat ini terdapat tiga tim rekonstruksi dengan masing-masing 15 personel, satu tim Scrapping, Filling, and Overlay (SFO) beranggotakan 10 personel, serta enam tim patching beranggotakan masing-masing lima personel,” jelas Widiyatmiko di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Jasa Marga juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan . Pihaknya mengakui bahwa pekerjaan pemeliharaan mengalami berbagai tantangan, termasuk tingginya curah hujan di wilayah Jabodetabek yang mempengaruhi daya dukung lapisan perkerasan, serta volume kendaraan berat yang melintas.
Pekerjaan perbaikan permanen seperti rekonstruksi dan SFO ditargetkan dapat dilaksanakan hingga 15 Maret 2026, dengan mempertimbangkan masa puncak arus mudik yang tinggal menghitung hari. Sementara itu, penanganan sementara seperti patching akan terus dilanjutkan selama periode layanan arus mudik dan balik melalui tim “sapu lubang” yang secara rutin melakukan penyisiran di sepanjang ruas tol.
Sejak 11 Maret 2026, perbaikan perkerasan telah dilakukan di sejumlah titik, antara lain di KM 26, KM 25, KM 18, KM 11, dan KM 12 di kedua arah jalur . Pada Kamis (12/3) malam, Jasa Marga juga melakukan patching di 92 titik pekerjaan yang tersebar di dua arah lalu lintas, dengan waktu pelaksanaan pukul 22.00 WIB hingga 04.30 WIB untuk meminimalkan gangguan terhadap arus lalu lintas.
(AD/Rdk)



