INFOTANGERANG.CO.ID – Sejumlah situs web dan platform perdagangan global, termasuk dua platform trading terbesar di India, Zerodha dan Groww, kembali dipulihkan setelah diduga mengalami gangguan teknis singkat pada layanan Cloudflare. Gangguan ini dilaporkan terjadi pada Jumat (5/12/2025) waktu setempat.
Platform Groww menginformasikan melalui akun X mereka bahwa layanan mereka mengalami masalah teknis akibat “pemadaman global di Cloudflare”. Gangguan ini memengaruhi banyak aplikasi dan layanan di seluruh dunia. Sekitar sepuluh menit setelah pengumuman awal, Groww mengonfirmasi bahwa layanannya telah pulih.
Senada, Zerodha juga menginformasikan bahwa platform trading online mereka, Zerodha Kite, sempat tidak dapat diakses.
“Karena Cloudflare sedang mengalami gangguan lintas platform, sehingga Kite saat ini tidak tersedia. Mohon gunakan cadangan WhatsApp Kite untuk mengelola trading Anda sementara kami melakukan investigasi,” tulis Zerodha. Tak lama kemudian, layanan Zerodha Kite dilaporkan telah pulih kembali.
Cloudflare adalah perusahaan infrastruktur internet Amerika yang menyediakan layanan untuk jutaan situs web di seluruh dunia, mencakup bisnis, organisasi nirlaba, hingga blogger. Layanan Cloudflare beroperasi sebagai lapisan pelindung dan penjamin kecepatan antara server utama website dan penggunanya.
Menurut laporan, selain Zerodha dan Groww, beberapa situs lain yang dilaporkan terdampak oleh gangguan singkat Cloudflare pada Jumat tersebut antara lain Canva, Zoom, Shopify, Valorant, LinkedIn, dan Down Detector. Ketika Cloudflare bermasalah, banyak situs ikut terdampak meskipun server mereka sendiri tidak mengalami masalah.
Perusahaan yang menghasilkan hampir US$500 juta dalam satu kuartal ini menyatakan sedang menyelidiki penyebab gangguan terkini. Pihak Cloudflare juga menyatakan telah “menerapkan perbaikan” setelah gangguan tersebut memengaruhi banyak situs web global.
Gangguan ini terjadi tidak lama setelah masalah serupa pada November lalu yang sempat menyebabkan situs-situs besar seperti ChatGPT dan Spotify tidak dapat diakses. Gangguan pada 18 November tersebut sempat memicu spekulasi adanya serangan siber.
Namun, CEO Cloudflare, Matthew Prince, telah mengklarifikasi bahwa masalah sebelumnya tidak disebabkan oleh serangan siber atau aktivitas jahat apa pun. Ia menjelaskan bahwa kesalahan disebabkan oleh perubahan internal yang dilakukan perusahaan pada basis datanya, yang bertugas mengelola lalu lintas padat, melindungi dari serangan berbahaya, dan memastikan kecepatan pemuatan halaman yang cepat.
(AD/Rdk)


