Selain itu, dia juga mengkritisi sikap Ganjar yang cenderung menikmati hasil survei yang menyebutkan namanya memiliki popularitas dan elektabilitas yang tinggi. Padahal, kata Catur, dua hal itu bukan parameter utama seseorang akan diusung menjadi Capres.
“Ganjar bisa saja tidak terusung, merasa punya elektabilitas tinggi tapi tidak menyadari jika itu karena faktor PDIP, justru akan membuatnya kehilangan simpati kader PDIP,” tegas Catur.
Catur mengingatkan, Ganjar sebagai kader PDIP semestinya lebih membesarkan partai, dibandingkan terus mem-branding diri sebagai sosok pemimpin yang berhasil dan dekat dengan rakyat. Ganjar harus fokus pada penyelesaian berbagai masalah di Jateng.
“Masyarakat Jateng sendiri pasti bisa menilai, sepanjang kepemimpinan Ganjar, tidak banyak perubahan di Jateng, bahkan kemiskinan meningkat, infrastruktur tertinggal dari provinsi lain, Ganjar nyaris hanya mengandalkan modal popularitas semata,” pungkasnya.
(Rdk)



