“Konten yang beredar di platform tersebut lebih mudah viral, dan dipercaya penggunanya. Jika konten yang viral adalah informasi yang baik, maka akan berkontribusi bagi Kamtibmas. Jika sebaliknya tentu akan menambah beban kerja Polri di lapangan,” tandas Argo.
Untuk itu, kata Argo, kesiapan personel yang dapat menyiapkan, mengolah dan menyajikan konten informasi yang kreatif dipandang sangat perlu, guna mempenetrasi dengan informasi-informasi positif melalui media sosial maupun media konvensional.
“Kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman mendalam seputar jati diri Polri dan kemampuan teknologi informasi,” jelasnya. (Hen/Red)
Source: Humas Polri.


