INFOTANGERANG.CO.ID – Warga Gang Telkom, Kelurahan Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, kini berada di titik nadir kesabaran. Janji pemerintah setempat untuk melakukan penyedotan genangan air yang tak kunjung surut pada Selasa (10/2/2026) kemarin, terbukti hanya menjadi isapan jempol belaka. Hingga Rabu (11/2/2026) siang, kondisi jalan masih terendam air secara permanen.
Persoalan bermula dari buruknya sistem drainase di kawasan tersebut yang diperparah oleh keberadaan bangunan pabrik di sekitar lokasi. Pada pertemuan resmi di kantor Kecamatan Kosambi, Senin (9/2/2026), pihak otoritas wilayah mulai dari Camat hingga jajaran Kelurahan menjanjikan tindakan cepat berupa penyedotan air menggunakan mesin pada keesokan harinya.
Namun, pantauan di lapangan menunjukkan tidak ada aktivitas alat berat maupun mesin sedot yang bekerja hingga hari ini. Jalur transportasi warga tetap terganggu oleh genangan air yang stagnan meski cuaca dalam kondisi panas terik.
Upaya konfirmasi yang dilakukan untuk menagih komitmen pemerintah setempat menemui jalan buntu. Camat Kosambi, Asmawi, memilih untuk tidak memberikan respons sama sekali. Pesan singkat yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp hingga kini tidak mendapatkan jawaban, meninggalkan tanda tanya besar bagi warga mengenai urgensi penanganan masalah ini.
Berbeda dengan respons Camat yang bungkam, Lurah Salembaran Jaya, Samsudin, akhirnya memberikan sedikit titik terang meski kembali berupa rencana. Ia menyebutkan bahwa upaya penanganan akan digeser ke akhir pekan.
“Rencananya hari Jumat pagi, sambil kegiatan Jumsih (Jumat Bersih), mau dibuat saluran,” ungkap Samsudin saat dihubungi.
Warga menilai birokrasi di Kabupaten Tangerang seolah kehilangan kreativitas dalam menangani masalah darurat. Opsi kolaborasi dengan instansi lain, seperti pemadam kebakaran untuk meminjam selang dan mesin pompa berkapasitas besar, seharusnya bisa menjadi solusi cepat dibandingkan membiarkan warga menunggu jadwal rutin mingguan.
Kini, warga hanya bisa menanti apakah janji “Jumat Bersih” tersebut benar-benar akan menjadi solusi permanen, atau kembali menjadi rangkaian janji yang surut sebelum dikerjakan.
(AD/Rdk)


