KABUPATEN TANGERANG – Pemerintah Kecamatan Kresek kembali menggelar kegiatan expose kerja pemerintah desa se-Kecamatan Kresek terkait pengembangan pembangunan kawasan di desa. Kegiatan digelar di ruangan rapat Kecamatan Kresek (7/7/2022).

Acara yang dihadiri oleh seluruh kepala desa se- Kecamatan Kresek, kasi pemerintahan, pendamping desa, serta ketua maupun perwakilan anggota BPD, dan LPMD.

Expose desa ini merupakan kegiatan yang digelar untuk mendorong dan mengevaluasi kinerja serta pembangunan desa, sebagaimana yang tertuang dalam undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa sebagai instrumen terkecil pembangunan, sehingga melalui kegiatan ini para kepala desa dapat memberikan pemaparan dan memperlihatkan dokumenter perkembangan dan keunggulan desanya masing-masing dan pemaparan hasil tim monitoring (Monev) beberapa waktu lalu.

Alhamdulillah kegiatan expose program kerja pemerintah desa se-Kecamatan Kresek untuk tahun 2022 selesai digelar dan berjalan lancar. Apa yang telah disampaikan pada dikegiatan hari ini para kades diharapkan dapat memahami dengan baik dan menyampaikan kembali kepada ketua RT/RW soal program pembangunan desanya apa saja yang akan direaliasikan di tahun ini,” kata Camat Kresek, H Ace Kurniawan.

Disamping itu kegiatan expose ini merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa, termasuk didalamnya revitalisasi program pemberdayaan masyarakat desa dan badan usaha milik desa. Dengan target, percepatan pembangunan kawasan perdesaan dengan melibatkan seluruh masyarakat serta aparatur desa untuk berpartisipasi,” jelas Ace Kurniawan.

“Kami harap kegiatan expose ini dapat menjadi motivasi untuk percepatan pembangunan kawasan perdesaan dengan memanfaatkan setiap peluang yang ada di desa dan pemetaan potensi yang telah dilakukan, serta mampu menjadi pendorong pembangunan di wilayah,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekcam Kresek H Muhammad Romli dan Kasi Pemerintahan Kecamatan Cecep Sumantri mengimbau kepada semua kepala desa dan aparatur pemerintah desa se-Kecamatan Kresek agar selalu tertib administrasi.

“Tertib administrasi itu penting, makanya penting sekali diadakan pelatihan pemberdayaan peningkatan kapasitas perangkat desa yang bisa diikuti oleh ketua RW/RT dan BPD yang didampingi oleh pendamping lokal desa dan tetap harus mengacu kepada “Kitab Desa” atau buku besar desa yaitu mengacu kepada RAPBDesa dan PJMDesa yang berlaku yang diatur untuk selama enam tahun,” tutur nya.

Muhammad Romli menjelaskan setiap tahunnya program kerja kepala desa dalam pembangunan selalu mengacu kepada yang telah di RAPBdes dan RPJMDes kan kecuali yang bersifat mendesak seperti bencana alam dan lainnya.

“Semua sudah diatur dari awal, tinggal memilah dan milih skala prioritas mana program yang akan dilaksanakan,” ujarnya.

Kepala Desa Koper, Ayub menjelaskan selama ini Desa Koper exspose atau kemitraan dengan pihak ketiga sudah berjalan lama. Tetapi saat ini akan lebih ditingkatkan lagi terutama dalam hal infrastruktur untuk masyarakat desa.

“Seperti air bersih, produk lokal Desa, fasilitas umum, hingga beasiswa dengan dukungan perusahaan untuk pembangun Desa Koper,” ucapnya.

Ayub berharap dengan dukungan CSR dari perusahaan, Desa Koper bisa lebih kuat mulai dari segi ketahanan pangan hingga pariwisata. Ayub ingin mengembangkan potensi hiburan keluarga untuk memperkuat PAD Desa Koper.

“Terlebih Desa Koper memiliki wisata yang unik, yakni sawah dan embung. Selain itu pasarnya pun jelas karena Desa Koper perbatasan Kecamatan Jayanti dan Pintu Rest Area KM 45 yang nantinya bisa untuk menambah potensi PAD,” pungkasnya.

(Jar/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *