INFOTANGERANG.CO.ID – Ketika menghadapi masa-masa berat baik masalah pribadi maupun pekerjaan seseorang sering berada dalam survival mode atau mode bertahan hidup. Secara lahiriah terlihat baik-baik saja, namun di dalam hati sedang tertekan. Berikut adalah tanda-tanda yang perlu dikenali.
5 Tanda Survival Mode
1. Pelupa
Pekerja sosial klinis Nicole Ivelevitch, LCSW, menyatakan bahwa otak yang kelelahan membuat seseorang menjadi pelupa. “Karena otak fokus pada pemantauan potensi ancaman dan tuntutan, otak akan menghabiskan lebih sedikit energi untuk memori kerja, perhatian, dan fungsi eksekutif,” katanya.
2. Sering Terbangun Dini Hari
Dr. Archana Shrestha, spesialis gawat darurat, menyampaikan bahwa terbangun konsisten di tengah malam dan sulit kembali tidur menandakan pikiran tidak sepenuhnya berhenti. “Semua itu terasa seperti ancaman dan mengaktifkan sistem saraf simpatik,” ujarnya.
3. Mudah Tersinggung
Ivelevitch menambahkan bahwa sistem saraf yang tidak teratur membuat seseorang lebih mudah marah. “Alih-alih naik dari nol ke lima, Anda mungkin sudah berada di angka enam, sehingga ketidaknyamanan kecil akan membuat Anda mencapai angka sepuluh,” jelasnya.
4. Terlalu Lama Merenungkan Emosi
Seseorang dalam survival mode cenderung merenungkan emosi negatif lebih dari biasanya. Merenungkan emosi terlalu lama dapat menyebabkan stres kronis dan masalah kesehatan lainnya.
5. Ingin Mengendalikan Situasi
Ketika hidup terasa kacau, seseorang cenderung mencoba mengendalikan situasi untuk menghilangkan ancaman. “Ini upaya untuk menciptakan prediktabilitas, bukan mengendalikan orang lain,” kata Ivelevitch.
Cara Keluar dari Survival Mode
Dr. Shrestha menyarankan untuk berkata pada diri sendiri bahwa kita aman, sambil menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya kembali. Perhatikan lingkungan sekitar lihat, dengar, dan rasakan. Ulangi afirmasi bahwa kita aman.
“Ini sangat efektif untuk membantu beralih dari mode ‘lawan atau lari’ ke sistem saraf parasimpatik,” kata Shrestha.
(AD/Rdk)


