​Ia juga mengucapkan selamat dan sukses atas hari jadi ke-18 Sekarwangi Cake. Dirinya berharap, keberadaan usaha ini dapat membawa dampak positif dan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Pagedangan.

​”Mudah-mudahan ke depan makin besar lagi dan makin bisa merekrut pegawai-pegawai atau masyarakat sekitar yang punya skill untuk menjadi stafnya Sekarwangi atau diundang sama Pemda untuk ngajarin supaya ibu-ibu juga bisa punya usaha rumahan yang bisa membantu perekonomian mereka,” pungkasnya.

Filosofi Kue 18 Meter: Bersatu dalam Keberagaman

​Sementara itu, Founder Sekarwangi Cake, Ni Kadek Sekarwangi, menjelaskan bahwa perayaan HUT ke-18 ini mengusung tema “Ragam Warna Indonesia, Berkarya dan Bersatu dalam Kreativitas”.

​Tema ini dipilih sebagai simbol keberagaman Indonesia. Melalui filosofi ini, perbedaan latar belakang budaya, bahasa, dan daerah asal disatukan dalam semangat kolaborasi, bukan kompetisi.

​Sebagai bentuk konkret, kue sepanjang 18 meter didekorasi secara kolaboratif oleh 18 baker asal Jakarta, Lampung, Bandung, Bogor, Bekasi, hingga Kuningan.

​”Kue ini adalah simbol yang memberikan pesan dan filosofi Indonesia, khususnya semua yang ada di sini. Bersatu, menyatukan perbedaan. Kita bersatu bersama, inilah keindahan Indonesia dan kita semua harus menciptakan masa depan yang cerah buat anak-anak kita dan generasi muda kita,” jelas Ni Kadek Sekarwangi.

(Ard/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *