KESEHATAN – Pernah nggak sih Anda ditolak saat melamar pekerjaan karena masalah kulit tertentu? atau sering tidak percaya diri karena bermasalah dengan kulit wajah dan tubuh. Jika iya, pasti akan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jika persoalan kulit sudah membuat keinginan kita pupus ada baiknya segera datangi ahli medis untuk berkonsultasi. Dan jika memang diperlukan, lakukan terapi dan pengobatan agar hal tersebut tidak lagi menjadi persoalan.
Dokter Spesialis Kulit Kelamin dan Estetika RS Sari Asih Karawaci, Kota Tangerang, dr. Yoga Hadi Nugroho, SpDV, menyebutkan ada beberapa permasalahan kulit yang membuat seseorang dapat ditolak bekerja di perusahaan.
Beberapa permasalahan tersebut di antaranya ialah Keloid.
Menurut dr. Yoga Hadi Nugroho, Keloid merupakan bekas luka yang tebal yang diakibatkan oleh suatu penyakit, kecelakaan atau kelainan tertentu yang dialami seseorang.
Keloid merupakan proses alami dari tubuh saat kulit melakukan perbaikan akibat luka yang lebar, hanya saja proses perbaikan kulit pada Keloid tidaklah normal, sehingga dapat menyebabkan kulit tumbuh pada batas normal dan menjadi melebar.
“Keloid bisa diatasi dengan terapi melalui injeksi steroid. Dan jika bekas luka sudah rata, bisa dilanjutkan dengan proses bedah eksisi (pengangkatan) pada kulit tersebut,” ujar dr. Yoga Hadi.
Masalah pada kulit lain yang mengganggu adalah jerawat aktif dan bekas jerawat.
Jerawat aktif bisa tumbuh dan menyebar ke seluruh bagian wajah. Jerawat aktif bisa sangat mengganggu dan mengakibatkan peradangan pada kulit wajah sehingga menimbulkan bekas yang mencolok.
“Menangani jerawat aktif bisa dengan mengoleskan cream pada wajah atau pemberian suntikan steroid jika jerawat aktif sudah sangat berat dan mengganggu. Sedangkan pada bekas jerawat dilakukan terapi dengan microneedling yang ditambahkan dengan growth factor,” jelasnya.
Bekas tindikan pada telinga juga menjadi salah satu faktor yang menjadi pertimbangan banyak perusahaan untuk menerima calon karyawannya.
Banyak tindikan pada telinga menyebabkan kulit rusak dan membekas dan tidak enak dipandang serta mempengaruhi imej seseorang.
“Yang perlu dilakukan ialah dengan membuat permukaan baru kemudian dijahit kembali,” sebut dr. Yoga Hadi Nugroho.
Yang juga banyak ditemukan dan sering menjadi keluhan adalah tahi lalat. Satu atau dua dengan dimensi wajar mungkin masih menjadi pertimbangan. Namun bagaimana jika tahi lalat di wajah lumayan berukuran besar dan berada di posisi yang kurang estetik.
“Mengatasi tahi lalat di wajah yang tidak proporsional bisa dengan teknik pembedahan,” tambah dokter spesialis kulit yang bisa ditemui di RS Sari Asih Karawaci, Kota Tangerang ini.
Dan masalah lain yang mengganggu kepercayaan diri yaitu pembuluh darah yang sangat terlihat di permukaan kulit. Menurut dr. Yoga Hadi Nugroho untuk menghilangkannya bisa dilakukan dengan penyuntikan sklerosan atau skleroterapi.
(Rdk)


