Meski pihak pengelola belum membeberkan alasan spesifik di balik penutupan ini, Pemerintah Singapura dikabarkan tengah menjalin komunikasi dengan pemilik untuk memahami bantuan apa yang sekiranya diperlukan dalam merencanakan langkah mereka selanjutnya.

Melalui unggahan di Instagram resminya, keluarga besar Warong Nasi Pariaman menyampaikan salam perpisahan yang menyentuh dalam bahasa Melayu. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dan cinta yang diberikan pelanggan sejak masa pasca-perang dunia hingga era modern saat ini.

Bagi warga setempat maupun wisatawan, hilangnya Warong Nasi Pariaman berarti hilangnya satu jangkar budaya di kawasan North Bridge Road. Hingga hari terakhirnya di penghujung Januari nanti, warung ini diprediksi akan dipadati oleh pelanggan setia yang ingin mencicipi suapan terakhir dari sebuah legenda yang telah bertahan selama 78 tahun.

(AD/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *