INFOTANGERANG.CO.ID – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) menggelar roadshow bertajuk “Pesantren Aman” di Kabupaten Tangerang. Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al Mubarok, Kecamatan Tigaraksa, Sabtu (1/8/2026), dihadiri oleh para kyai, pengasuh pesantren, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Roadshow ini merupakan langkah nyata untuk menciptakan lingkungan pesantren yang aman dari bullying, diskriminasi, dan kekerasan, serta menjamin akses pendidikan yang layak bagi seluruh santri.

Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) PBNU, KH. Miftah Faqih, menekankan bahwa keamanan di pesantren merupakan hak dasar setiap santri.

“Pesantren yang aman adalah pesantren yang memberikan jaminan kenyamanan kepada santrinya dalam proses belajar mengajar, aman dari bullying, aman dari diskriminasi, dan aman dari keterputusan akses pembelajaran,” tegas Kiai Miftah.

Ia juga mengingatkan bahwa keamanan harus dibarengi dengan tanggung jawab. “Tidak bisa dikatakan aman melakukan apapun tapi tanpa tanggung jawab. Semua ada batasan dan proporsi,” tambahnya.

Kiai Miftah juga menyoroti perubahan zaman yang menuntut pesantren untuk beradaptasi. “Era sekarang beda dengan era 20-30 tahun lalu. Informasi terbuka, semua bisa mengakses,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyambut baik gerakan ini. Menurutnya, “Pesantren Aman” adalah gerakan moral sekaligus kelembagaan.

“Bagaimana pesantren atau institusi pendidikan apapun harus aman. Dari sisi pemerintah daerah, ada DP3A, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama yang akan kami kuatkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Soma.

Acara ini juga diisi dengan deklarasi komitmen para kyai untuk mewujudkan pesantren yang aman dan nyaman bagi santri. Selain itu, diadakan berbagai pelatihan, termasuk pelatihan bagi para santri untuk melindungi diri dari kekerasan, pelatihan untuk muslimah agar bisa mempraktekkan pengasuhan ramah anak, serta pelatihan untuk tim media dan admin platform.

Sekretaris RMI PBNU dan Staf Khusus Menko PMK, Gus H. Ulun Nuha, menyatakan bahwa roadshow ini merupakan upaya serius untuk menanggulangi kasus kekerasan di pesantren.

“Kami ingin memperbaiki diri. Para kyai menyatakan siap dan meminta agar pesantren yang tidak berizin atau tidak layak menyandang gelar pesantren dilarang menyelenggarakan pendidikan,” pungkasnya.

 

(AD/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *