​”Saya merasa bangga dengan IPDN, artinya proses belajar-mengajarnya benar. Ada anaknya buruh, ada [anaknya] orang kecil, ada yang TNI-Polri tetapi [pangkatnya] tidak tinggi. [Mohon maaf], artinya masuk dalam low-middle class tetapi bisa menjadi juara di sini,” tutur Tito.

​Momen ini mengingatkannya pada acara wisuda tahun lalu, di mana mayoritas wisudawan terbaik juga berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

​”Tahun lalu saya masih ingat, sembilan dari sepuluh [yang terbaik berasal] dari low-middle class. Di sini betul-betul murni, tidak ada sogok-menyogok. Itu yang membuat saya datang ke sini dengan hati yang lega,” tandasnya.

​Pada tahun ini, IPDN meluluskan sebanyak 1.204 praja yang terdiri dari 728 laki-laki dan 476 perempuan dari seluruh pelosok Indonesia yang siap diwisuda serta dilantik.

​(Ard/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *