Konsumsi obat ini juga harus teratur waktunya, bisa saja meskipun sudah mengkonsumsi obat ini masih terjadi gangguan seperti keluarnya flek atau perdarahan bercak, hal ini bukan darah haid dan tidak membatalkan ibadah.
Indra mengungkapkan kalau penggunaan obat ini harus diminum setiap hari, jangan sampai terlambat karena bisa saja terjadi menstruasi saat obat ini tidak dikonsumsi secara teratur.
“Pemilihan preparat (jenis obat) yang tepat dan disiplin dalam penggunaan sangat penting untuk menunda haid,” ujarnya.
Berikutnya, ada alternatif selain penggunaan pil, yang dikenal sebagai Agonis GnRH. Obat ini diberikan secara injeksi atau disuntik pada jamaah yang ingin melakukan penundaan haid. Untuk ibadah haji yang waktunya cukup panjang, suntikan ini biasa diberikan dua kali suntikan dgn jarak pemberian 28 hari. Hal ini menjadi alternatif terbaru yang memberikan kenyamanan lebih jika dibandingkan dengan konsumsi pil kontrasepsi setiap hari.
Pilihan obat dalam penundaan haid ini menjadi pilihan masing-masing jamaah dan tentunya atas rekomendasi dokter Obgyn setelah dilakukan konsultasi dan pemeriksaan yang diperlukan.
Indra menuturkan bahwa konsultasi dengan dokter spesialis Obsgyn menjadi hal penting sebelum memutuskan pilihan obat mana yang mau digunakan untuk menunda haid. Hal ini penting karena bukan saja siklus haid yang perlu diperhatikan, tetapi harus sangat memperhatikan kontra indikasi dan efek samping yang dapat terjadi selama mengkonsumsi obat-obatan ini. Para ulama mengatakan bahwa selama obat penunda haid ini tidak menimbulkan efek negatif, maka penggunaan obat-obatan ini diperbolehkan. Tentunya hal ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan kesempurnaan ibadah selama di Tanah Suci.
Follow Video INFO TANGERANG dan Google News infotangerang.co.id
(Mad/Rdk)
Video Pilihan Redaksi:
https://youtu.be/gzjbCQz-P9M



