Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Mengatur Jadwal Haid Agar Umroh dan Haji Nyaman

Sebelum melakukan rangkaian ibadah di Tanah Suci, dibutuhkan banyak persiapan sejak sebelum keberangkatan. Salah satu persiapan yang perlu dilakukan oleh para perempuan adalah mengatur siklus haid supaya dapat melakukan ibadah tanpa terhalang haid.

Headline  

Editor: Redaksi

Foto: Illustrasi ibadah haji-umroh. (RS Sari Asih Group/infotangerang.co.id)
Advertisement

KESEHATAN – Waktu keberangkatan umat muslim seluruh dunia ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji atau umroh adalah momen yang ditunggu-tunggu.

Di Tanah Suci, umat muslim akan melakukan rangkaian ibadah yang ditentukan dalam kurun waktu yang tidak sebentar.

Tentunya bagi umat muslim yang sudah sampai di sana ingin memaksimalkan waktu sebaik mungkin untuk beribadah.

Sebelum melakukan rangkaian ibadah di Tanah Suci, dibutuhkan banyak persiapan sejak sebelum keberangkatan. Salah satu persiapan yang perlu dilakukan oleh para perempuan adalah mengatur siklus haid supaya dapat melakukan ibadah tanpa terhalang haid.

Beberapa kegiatan yang dapat terganggu bila terhalang haid salah satunya adalah tawaf di Masjidil Haram yang merupakan salah satu rukun haji. Pastinya jamaah perempuan tidak ingin melewati ibadah ini.

Baca juga:  BNN Tes Urin Pegawai Dispora Kota Tangerang

Siklus haid ini menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi beberapa jamaah perempuan selama melakukan ibadah haji atau umroh. Untuk mengatasi hal ini perlu dilakukan pengaturan siklus haid atau penundaan haid. Penundaan haid ini dilakukan dengan menggunakan obat hormon penunda haid.

Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, dr. Indra Wahyu Ali, Sp.KO., Sp.OG, menjelaskan, umat muslim perempuan yang ingin menunda haid bisa menggunakan obat hormonal.

“Untuk kepentingan ibadah umroh atau haji dapat dilakukan pengaturan datangnya menstruasi supaya tidak mengganggu pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Ini bisa dilakukan dengan mengkonsumsi obat hormonal penunda haid,” kata dr Indra.

“Jamaah haji atau umroh dapat mengkonsumsi obat yang mengandung progesteron, pil KB kombinasi atau juga agonis GnRH. Penggunaannya harus konsultasi dengan dokter obsgyn terlebih dahulu,” lanjutnya.

Baca juga:  KPU Kota Tangerang Gelar Rapat Koordinasi Rekapitulasi PDPB

Dirinya menjelaskan, konsultasi ke dokter spesialis obsgyn menjadi hal penting sebelum mengkonsumsi obat ini, karena masing2 individu mempunyai karakteristik dan kondisi2 khusus yang harus diperhatikan, dan siklus haid perempuan itu sendiri yang berbeda-beda, jadi harus dilakukan evaluasi dan pemeriksaan yang seksama terlebih dahulu.

“Penggunaan pil penunda haid ini dilakukan kurang lebih 2 (dua) minggu sebelum perkiraan siklus haid selanjutnya, dan obat ini diminum sampai waktu yang diinginkan dalam menunda haid, setelah pemakaiannya dihentikan haid akan terjadi sekitar tiga hari kemudian,” ucapnya.

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement