Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iklan


Mengungsi dari Ancaman Tak Kasat Mata: Kisah Relokasi Warga Barengkok Akibat Paparan Radiasi Radioaktif

Banten  

relokasi
Proses relokasi warga terdampak paparan radiasi radioaktif ke lokasi aman di Kampung Bunian, Desa Sukatani, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (26/10/2025).
Advertisement

INFOTANGERANG.CO.ID – Ketakutan akan ancaman tak kasat mata, yaitu paparan radiasi radioaktif, memaksa puluhan warga Kampung Barengkok, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, untuk meninggalkan rumah mereka. Dalam sebuah operasi kemanusiaan yang terkoordinasi, sebanyak 28 jiwa dari delapan Kepala Keluarga (KK) menjalani evakuasi gelombang kedua ke lokasi yang aman di Kampung Bunian, Desa Sukatani.

Evakuasi ini merupakan bagian dari respons cepat dan sinergis antara aparat kepolisian dan pemerintah daerah setempat dalam menangani dampak radiasi. Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.

Baca juga:  Ekonomi Banten Tumbuh, Tapi Inflasi Hingga Gelombang PHK Masih Jadi Ancaman

“Kami pastikan seluruh proses evakuasi berjalan aman dan kebutuhan dasar warga terpenuhi di lokasi relokasi,” ujar AKBP Condro Sasongko di Serang, Minggu (26/10), mengawal langsung proses pemindahan tersebut.

 

Proses Pemindahan dan Jaminan Kebutuhan

Proses evakuasi gelombang kedua ini menggunakan armada bus dari Korps Brimobda Banten dan mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Serang. Sebelum dipindahkan, setiap warga menjalani pemeriksaan kesehatan wajib di Puskesmas Cikande untuk memastikan kondisi mereka stabil.

Baca juga:  Kapok Jadi Artis, Ade Londok Memilih Untuk Jadi Penjahit Kembali

Setibanya di Kampung Bunian, warga segera menempati hunian sementara yang telah disiapkan matang oleh pemerintah daerah. Di lokasi relokasi, segala kebutuhan rumah tangga telah disediakan, mulai dari tempat tidur, peralatan dapur, makanan siap saji, hingga perlengkapan ibadah. Kesiapan ini bertujuan agar warga terdampak dapat fokus pada pemulihan kondisi sosial dan psikologis mereka tanpa dibebani kekhawatiran logistik.

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement