Seorang ibu di awal berumah tangga dan memiliki anak, biasanya memang berbeda dengan yang sudah lama. Hal tersebut wajar, karena ibu baru cenderung bingung dan biasanya belum mampu beradaptasi dalam membagi waktu maupun menentukan skala prioritas, sedangkan bagi yang sudah lama berumah tangga biasanya memang sudah banyak pengalaman dan belajar untuk bersikap saat ada kendala misalnya.
Agar ‘aware’ terhadap kesehatan mental ibu, Mahesti memberikan tips, adalah saat ibu merasa lelah dan kewalahan hingga merasa tidak tahu harus berbuat apa, merasa khawatir terus-menerus, sulit fokus, merasa sedih, cemas, takut hampir setiap hari, mudah marah tanpa alasan, menangis tiba-tiba tanpa sebab, yang kemudian mengganggu aktivitas sehari-hari, juga menggangu pola tidur dan makan, disertai ada gejala fisik yang timbul misalnya sakit kepala, nyeri otot, gangguan pencernaan, sampai menarik diri dari orang lain maupun pergaulan sosial, serta ada rasa ingin menyakiti diri sendiri ataupun orang lain.
Hal ini tanda ibu perlu berjeda, melakukan identifikasi diri dengan merenungkan apa yang menjadi penyebabnya.
“Pelan-pelan berjeda, terima saja dahulu perasaan tidak menentu tersebut, atau hal-hal yang tidak nyaman tersebut, karena jika didiamkan atau dihindari justru akan menambah ketidaknyamanan dalam diri, kemudian tenangkan diri sambil tarik napas panjang kemudian hembuskan beberapa kali, lalu kenali emosi yang dirasa dan sensasi fisik yang hadir, kemudian renungkan atau dengan cara menuliskan penyebabnya darimana perasaan dan atau pikiran tersebut berasal, kemudian terima perasaan tersebut, lalu identifikasi pikiran yang hadir tersebut dengan pilah mana yang merupakan fakta mana yang asumsi, kemudian sadari bahwa ada yang bisa dikontrol dan tidak bisa dikontrol, lebih lanjut fokus pada yang bisa dikontrol,” saran Mahesti.
Setelah itu fokus pada apa yang bisa dikendalikan, semisal merubah sudut pandang. Atau bisa juga dengan berbagi dengan orang terdekat yang dipercaya.
“Memang tidak bisa instan, perlu berkenan mengupayakan pelan-pelan berlatih untuk berproses setiap harinya, jika sudah mencoba tapi masih merasa sulit, boleh ya bu, silakan untuk mencari bantuan profesional, bisa ke psikolog atau ke psikiater terdekat,” tutur Mahesti.
(Rdk)

