Budi menyebutkan kegiatan monitoring dan evaluasi memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya:
- Mengidentifikasi kendala atau hambatan dalam pembangunan dan operasional koperasi.
- Memastikan penggunaan anggaran sesuai dengan rencana serta regulasi yang berlaku, sekaligus mengevaluasi kinerja pengurus serta rencana pengembangan usaha koperasi ke depan.
“Adapun bentuk kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh pihak kecamatan meliputi kunjungan lapangan, pengecekan langsung kondisi fisik lokasi, serta rapat koordinasi dan pendampingan bersama pihak terkait,” jelasnya.
Selain itu, Kecamatan Teluknaga juga kerap menerima pendampingan dari KDMP sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan koperasi di tingkat desa.
“Pendampingan tersebut bertujuan untuk memastikan program penguatan koperasi dapat berjalan secara bertahap, mulai dari pembangunan pondasi kelembagaan, kesiapan sarana prasarana, hingga koperasi mampu beroperasi secara penuh dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pangkalan, Ahmad Muhrim SIP mengapresiasi kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh pihak Kecamatan Teluknaga. Menurutnya, pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola koperasi dan BUMDes di tingkat desa.
“Kami menyambut baik kegiatan monev ini karena menjadi bahan evaluasi bagi kami di desa agar pengelolaan koperasi dan BUMDes dapat berjalan lebih baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, pemerintah kecamatan berharap Koperasi Merah Putih dan BUMDes di Desa Pangkalan dapat berkembang menjadi penggerak ekonomi desa yang profesional, transparan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Ard/Rdk)



