KABUPATEN TANGERANG – Pemerintah Kecamatan Kresek melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) tahun 2023. Kegiatan Musrenbang digelar di Aula Kantor Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/1/2022).
Tampak hadir dalam Musrenbang tersebut, di antaranya 5 anggota DPRD Kabupaten Tangerang Dapil 2, perwakilan dari Bappeda, Forkopimcam, Kapuskesmas Kresek, Kades se-Kecamatan Kresek, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Kepemudaan.
Aida Zubaedah dari Fraksi Demokrat menjelaskan bahwa ada beberapa permasalahan yang menjadi tantangan di tahun 2022 ini. Diantaranya adalah tingkat kemiskinan yang masih tinggi, IPM yang masih dibawah rata – rata, pertumbuhan ekonomi yang tidak rata dan stabil, kesenjangan ekonomi dan rendahnya kemandirian keuangan Daerah,” kata Aida yang kerap disapa ARP (Aida Ratu Pantura).
“Sedangkan yang menjadi isu strategis saat ini adalah peningkatan kesejahteraan, percepetan pertumbuhan ekonomi wilayah, peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur yang sesuai dengan Perpres Nomor 80 tahun 2019 dan hingga kesehatan masyarakat,” tutur Aida.
Pandemi Covid-19, lanjut Aida, menjadi kendala pembangunan dan program kerja jadi tertunda. Ia berharap di musyawarah kali ini dapat mewujudkan arah pembangunan.
“Musrenbang kali ini diharapkan dapat menentukan prioritas pembangunan kedepan,” imbuhnya.
“Karena itu untuk tema rancangan pembangunan di tahun 2022-2023 yakni pemulihan ekonomi, peningkatan sistem kesehatan dan penyediaan infrastruktur yang berkualitas dan merata,” tambah dia.
Sementara itu, H Usman Abdul Gani selaku nggota DPRD Kabupaten Tangerang menyampaikan bahwa, wilayah Kecamatan Kresek saat ini telah mengalami perubahan peruntukan tata ruang.
“Wilayah yang semula dari zona hijau atau pertanian menjadi zona kuning atau pemukiman. Hal ini tentunya perlu dipersiapkan agar masyarakat Kecamatan Kresek mampu bergeser dari masyarakat yang bergerak di bidang pertanian menjadi masyarakat yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa, dengan cara menjalankan program pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat,” jelasnya.
Ia juga berharap program pengembangan usaha mikro dapat menciptakan kemandirian ekonomi. Menurutnya, program tersebut dapat memulihkan sektor ekonomi di masa pandemi Covid-19 saat ini.
“Program pengembangan usaha mikro untuk menciptakan kemandirian ekonomi. Program itu pun tentunya sekaligus dapat menjadi upaya dalam pemulihan sektor ekonomi di masa pandemi Covid-19,” ujar Usman sosok politisi asli wong Kresek.
Di kesempatan yang sama, Camat Kresek H.M. Epi Supriyatna mengatakan di tahun 2022 ini sektor pembangunan SDM menjadi prioritas.
“Pembangunan pada tahun 2022 ini masih diprioritaskan pada sektor pembangunan SDM pasca Pandemi Covid-19. Kami akan fokus pada peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat, peningkatan infrastruktur wilayah yang berkualitas serta lingkungan hidup, dan peningkatan tata kelola pemerintahan,” jelasnya.
Epi menjelaskan, dengan adanya Musrenbang ini dapat menjaring aspirasi masyarakat tentang kebutuhan pembangunan pada tahun perencanaan kedepan. Usulan kegiatan dari tingkat desa akan secepatnya diverifikasi.
“Terkait usulan kegiatan dari tingkat desa akan secepatnya akan dilakukan verifikasi terkait dengan kelayakan usulan baik secara teknis maupun jenis kewenangannya, dan terkait verifikasi pada Musrenbang tingkat Kecamatan kali ini dilakukan oleh masing-nasing unit perangkat daerah terkait yang berada di tingkat Kecamatan, misalnya UPTD pekerjaan umum, penyuluh pertanian, koordinator wilayah pendidikan, UPTD Kesehatan atau Puskesmas, dan lain sebagainya,” ujar dia.
“Hingga nantinya dari proses verifikasi tersebut akan dihasilkan daftar usulan kegiatan yang selanjutnya akan dibawa ke proses selanjutnya, yaitu forum perangkat daerah guna dilakukan sinkronisasi dan verifikasi kelayakan secara lebih lanjut sesuai dengan arah kebijakan pembangunan di tahun 2022-2023,” pungkas Epi Supriyatna.
(Jar/Fan)


