Papua di Tanah Pasundan, Pererat Silaturahmi Seniman di Tengah Pandemi

  • Bagikan
Papua di tanah Pasundan. (Ist)

BANDUNG – Sebuah nama Padepokan Parukuyan Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung merupakan wadah para seniman dan budayawan dari berbagai daerah maupun mancanegara yang kehilangan ruang eksistensi untuk mengembangkan dan melestarikan budaya di masa pandemi Covid-19.

Yon Suparman yang akrab disapa Papih Yon mengatakan Indonesia penuh dengan aneka budaya dari Sabang sampai Merauke. Namun, pemerintah tidak melestarikan dan memeliharanya.

Melihat hal tersebut, lanjut Yon, terlahir simbiosis yang positif antara pertunjukkan seni-budaya. Tujuannya adalah ingin memperkenalkan serta mempersatukan seni budaya yang ada di Indonesia, khususnya Bandung hingga keluar daerah atau mancanegara.

“Mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan. Karena dengan wadah seperti ini harapan saya untuk mempersatukan seni budaya yang ada di Indonesia untuk bisa dikenali oleh dunia lain yang beragam suku dan budaya, serta meningkatkan pariwisata sebap di Indonesia itu kaya akan budaya,” tutur Yon kepada wartawan, Senin (01/11/2021).

“Bukan hanya seni dan budaya, namun kuliner pun kita kenalkan untuk meningkatkan pariwisata dan perekonomian yang saat ini tidak baik di negara kita ini Indonesiaku,” lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, menurut Leuwi, dengan tema Papua di tanah Pasundan membuat antusias para seniman dan budayawan serta masyarakat Bandung, Tangerang, Garut, Sumedang, Kalimantan pun hadir untuk melihat langsung dan silahturahmi sesama para seniman dan budayawan.

“Seni budaya itu adalah jati diri kita. Dengan menyatunya seni budaya yang kita punya khususnya daerah kita yaitu Papua kita bisa melestarikan dan memelihara budaya kita di daerah lain, seperti di tanah Pasundan ini,” tutur Leuwi dan Frans sebagai koordinator seni budaya Papua. (Fan/Red)

  • Bagikan