KOTA TANGERANG – Warga Kota Tangerang sejak ditetapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) belum mendapatkan bantuan sosial yang telah dijanjikan oleh Pemerintah Kota Tangerang.

Terdapat sekira 150 ribu kepala keluarga di Kota Tangerang yang akan mendapatkan bantuan sosial di tengah pandemi virus corona (covid-19) sampai saat ini belum juga turun.

Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, kalau pihaknya belum bisa menurunkan bantuan sosial karena secara prosedur harus menunggu bantuan dari pemerintah pusat dan Pemprov Banten turun terlebih dahulu.

“Kita masih menunggu dari pusat dan provinsi bantuannya, gitu prosedurnya. Tadi saya komunikasi sama Pak Gubernur Banten (Wahidin Halim), Pemprov itu akan bantu dengan BJB lewat ATM,” ujarnya, Selasa (28/04/2020).

Arief mengatakan, rencananya pemerintah pusat akan menyalurkan bantuan berupa sembako. Sementara, Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang akan menyalurkan uang tunai sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga yang semuanya diberikan selama tiga bulan berturut-turut.

“Yang jadi masalah lagi ini bentuk bantuannya beda, antara pusat sama provinsi. Kalau provinsi kasih uang dan pusat beri barang,” katanya.

Menghindari kecemburuan sosial terkait bedanya bantuan, Arief mengajukan saran ke Gubernur Banten untuk memetakan daerah bantuan. Karena tidak menutup kemungkinan walau tinggal bersebelahan, namun bantuan yang diberikan berbeda seperti sembako dan uang tunai.

“Barang sembako nilainya Rp600 ribu. Kalau ada yang dapat Rp600 ribu, tetangga dapat bahan makanan, kira-kira ada yang iri nggak? Nah ini saya bilang pak Gubernur datanya saya mau tarik. Saya kirim data penerima, saya tarik saya pecah ke Tangerang Timur bantuan provinsi, dan wilayah Barat bantuan pusat,” jelasnya. (Fan/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *