INFOTANGERANG.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan proyek pembangunan Jalan Raya Pakuhaji–Sepatan akan segera direalisasikan. Kepastian ini disampaikan oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, dalam rapat koordinasi perbaikan infrastruktur di Aula Pendopo Bupati, Rabu (4/2/2026).
Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa perbaikan akses utama tersebut telah masuk dalam APBD Tahun 2026. Saat ini, proyek tersebut sedang dalam tahap proses lelang sesuai mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Jalan Pakuhaji–Sepatan sudah dianggarkan. Saya minta camat sosialisasikan kepada warga agar bersabar mengikuti tahapan administrasi yang berlaku,” ujar Bupati.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Iwan Firmansyah, menambahkan bahwa total panjang jalan kabupaten tersebut mencapai 8 kilometer, dengan tingkat kerusakan serius sekitar 2,8 kilometer. “Anggaran sekitar Rp7,4 miliar sudah dialokasikan. InsyaAllah, kontrak pekerjaan dimulai awal Maret 2026,” jelas Iwan.
Sambil menunggu pemenang lelang, DBMSDA diinstruksikan melakukan langkah cepat berupa penambalan menggunakan material macadam pada titik-titik kerusakan parah. Selain menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk perbaikan darurat sepanjang 2 kilometer, Pemkab juga menggandeng pihak pengembang.
Bupati meminta partisipasi aktif pengusaha properti di sekitar lokasi untuk membantu penambalan jalan melalui dana CSR sebagai bentuk tanggung jawab sosial demi keselamatan pengguna jalan.
Menanggapi keluhan masyarakat, Bupati memberikan teguran keras kepada para pengemudi dan pengusaha truk tambang terkait tonase berlebih dan pelanggaran jam operasional. Kendaraan berat diimbau untuk menghindari ruas Pakuhaji–Sepatan selama masa perbaikan berlangsung.
“Masyarakat tidak anti terhadap investasi, tetapi mohon patuhi Perbup terkait jam operasional dan jangan melebihi muatan. Kepatuhan ini penting agar jalan tidak semakin rusak,” tegasnya.
Langkah percepatan ini diharapkan dapat menjaga kelancaran mobilitas warga, terutama menjelang bulan suci Ramadhan di mana aktivitas transportasi masyarakat diprediksi akan meningkat tajam.
(AD/Rdk)


