Close Ads
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Peringatan Cuaca BMKG: Siklon Tropis Jangmi Picu Hujan Petir dan Angin Kencang

Berita  

Hujan Petir dan Angin Kencang.
Advertisement

INFOTANGERANG.CO.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi kemunculan Siklon Tropis Jangmi di kawasan utara Laut Filipina. Pergerakan sistem cuaca ekstrem ini memicu terbentuknya area pertemuan angin (konvergensi) yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.

Prakirawan BMKG, Henokvita, menjelaskan bahwa pusaran badai tropis ini mengemas kecepatan angin maksimum hingga 35 knot, dengan tekanan udara minimum di pusatnya mencapai 998 hektopascal (HPa).

“Siklon Jangmi diproyeksikan bergerak ke arah barat laut utara dan intensitasnya akan terus menguat dalam 48 hingga 72 jam ke depan. Dampaknya memicu pembentukan wilayah konvergensi dan konfluensi yang membentang dari Samudera Pasifik utara, Maluku Utara, hingga ke bagian utara Papua,” papar Henokvita dalam taklimat cuaca di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Baca juga:  Gunung Padang Dipastikan Berusia 6.000 SM, Lebih Tua dari Piramida Mesir

Efek Ganda Dinamika Atmosfer

Selain faktor Siklon Jangmi, BMKG juga memantau adanya sirkulasi siklonik lain di wilayah Laut Cina Selatan. Fenomena ini menciptakan jalur konvergensi memanjang yang berimbas langsung pada kondisi cuaca di sekitar Kepulauan Natuna.

Kombinasi dari sejumlah anomali atmosfer tersebut pada akhirnya merangsang pembentukan sabuk konvergensi sekunder. Jalur ini membentang luas melintasi wilayah Papua, Teluk Cenderawasih, Sulawesi Tenggara, Kalimantan, hingga ke Jawa Tengah.

Interaksi berbagai fenomena cuaca ini berisiko mendatangkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa daerah. Selain itu, potensi ancaman angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu juga membayangi wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga:  Targetkan 43 Juta Penumpang, MRT Jakarta Perpanjang Jam Operasional Malam Tahun Baru

Prakiraan Cuaca Kota-Kota Besar di Indonesia

Berdasarkan analisis BMKG, berikut adalah peta prediksi cuaca untuk sejumlah kota utama di Indonesia:

Indonesia Bagian Barat

  • Hujan Disertai Petir: Mengancam wilayah Jambi, Banjarmasin, dan Tanjung Selor.

  • Berawan Tebal: Diprediksi menyelimuti langit Jakarta, Banda Aceh, Palembang, hingga Surabaya.

Indonesia Bagian Timur

  • Hujan Ringan: Mendominasi wilayah Palu, Kendari, Ternate, Ambon, hingga Merauke.

  • Hujan Petir: Diprakirakan berpotensi melanda wilayah Gorontalo.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan pohon tumbang akibat angin kencang, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari aplikasi atau situs web BMKG.

(AD/Rdk)

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

INFOTANGERANG.CO.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi kemunculan Siklon Tropis Jangmi di kawasan utara Laut Filipina. Pergerakan sistem cuaca ekstrem ini memicu terbentuknya area pertemuan angin (konvergensi) yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.

Prakirawan BMKG, Henokvita, menjelaskan bahwa pusaran badai tropis ini mengemas kecepatan angin maksimum hingga 35 knot, dengan tekanan udara minimum di pusatnya mencapai 998 hektopascal (HPa).

“Siklon Jangmi diproyeksikan bergerak ke arah barat laut utara dan intensitasnya akan terus menguat dalam 48 hingga 72 jam ke depan. Dampaknya memicu pembentukan wilayah konvergensi dan konfluensi yang membentang dari Samudera Pasifik utara, Maluku Utara, hingga ke bagian utara Papua,” papar Henokvita dalam taklimat cuaca di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Baca juga:  Angin Puting Beliung Landa Mauk, Pohon Raksasa Tumbang Timpa Pagar SD Margahayu

Efek Ganda Dinamika Atmosfer

Selain faktor Siklon Jangmi, BMKG juga memantau adanya sirkulasi siklonik lain di wilayah Laut Cina Selatan. Fenomena ini menciptakan jalur konvergensi memanjang yang berimbas langsung pada kondisi cuaca di sekitar Kepulauan Natuna.

Kombinasi dari sejumlah anomali atmosfer tersebut pada akhirnya merangsang pembentukan sabuk konvergensi sekunder. Jalur ini membentang luas melintasi wilayah Papua, Teluk Cenderawasih, Sulawesi Tenggara, Kalimantan, hingga ke Jawa Tengah.

Interaksi berbagai fenomena cuaca ini berisiko mendatangkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa daerah. Selain itu, potensi ancaman angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu juga membayangi wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga:  Targetkan 43 Juta Penumpang, MRT Jakarta Perpanjang Jam Operasional Malam Tahun Baru

Prakiraan Cuaca Kota-Kota Besar di Indonesia

Berdasarkan analisis BMKG, berikut adalah peta prediksi cuaca untuk sejumlah kota utama di Indonesia:

Indonesia Bagian Barat

  • Hujan Disertai Petir: Mengancam wilayah Jambi, Banjarmasin, dan Tanjung Selor.

  • Berawan Tebal: Diprediksi menyelimuti langit Jakarta, Banda Aceh, Palembang, hingga Surabaya.

Indonesia Bagian Timur

  • Hujan Ringan: Mendominasi wilayah Palu, Kendari, Ternate, Ambon, hingga Merauke.

  • Hujan Petir: Diprakirakan berpotensi melanda wilayah Gorontalo.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan pohon tumbang akibat angin kencang, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari aplikasi atau situs web BMKG.

(AD/Rdk)

Iklan Ads

Advertisement