INFOTANGERANG.CO.ID – Jika pesta pernikahan atau khitanan di Tangerang seringkali diwarnai panggung musik modern, pemandangan unik dan langka tersaji di wilayah perbatasan Kecamatan Rajeg dan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Sebuah hajatan milik warga disulap layaknya festival film rakyat, dengan mendirikan dan memutar 12 unit layar tancap secara serentak.

Acara tersebut adalah pesta khitanan yang digelar oleh Bapak Nuryasan, atau yang akrab disapa Acang.

Murnin Sugista, perwakilan dari Asosiasi Keliling Film (AKF) Tangerang dan Persatuan Layar Tancap Indonesia (PLTI), menjelaskan bahwa acara ini merupakan wujud solidaritas komunitas dan hiburan gratis bagi masyarakat sekitar.

“Ini dalam rangka pesta khitanan anak anggota perfilman, Bapak Nuryasan alias Acang. Total semuanya ada 12 layar yang kita pasang untuk menghibur warga,” kata Murnin Sugista dalam wawancara eksklusif di lokasi, Senin malam, 24 November 2025.

Murnin menerangkan, pertunjukan yang dikenal sebagai “layar misbar” (gerimis bubar) ini dibagi menjadi dua sesi dengan pendekatan teknologi yang berbeda.

Pada malam pertama, kedua belas layar yang dibentangkan menggunakan teknologi proyektor digital (LCD/Layar Tancap Digital). Konsep pemutaran film secara massal ini bertujuan memberikan keleluasaan kepada warga untuk memilih tontonan dan menghindari penumpukan massa di satu titik.

“Sengaja kita pasang banyak biar warga punya pilihan, sekalian play bareng,” tambahnya.

Kejutan hiburan tidak berhenti di situ. Murnin mengungkapkan bahwa pada malam kedua, nuansa nostalgia akan lebih kental terasa. Pihaknya berencana menggunakan proyektor manual film seluloid 35mm (rol film) lengkap dengan sound gantung, untuk membangkitkan kenangan masa kejayaan layar tancap di era lampau.

“Besok (hari ini) masih ada lagi. Kita akan pakai proyektor manual film seluloid 35mm dengan sound gantung. Ini untuk mengenang masa jaya layar tancap zaman dulu,” pungkasnya.

Fenomena hajatan yang menghadirkan belasan layar tancap ini seketika menjadi pusat perhatian. Warga Rajeg dan Sepatan berbondong-bondong menikmati hiburan rakyat gratis yang kini semakin sulit ditemui di tengah dominasi hiburan modern.

(Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *