KOTA TANGERANG – Rangkaian aksi unjuk rasa yang diserukan sejak Selasa 6 September 2020 lalu hingga hari ini mengakibatkan sejumlah massa dan polisi terluka.

Unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja kali ini menggerakkan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Tentunya banyak aksi yang menimbulkan gesekan antara aktivis mahasiswa, buruh bahkan pelajar.

Mengantisipasi hal tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang terus menerus mobile dan siaga di lokasi unjuk rasa guna memastikan keselamatan masyarakat.

Seperti di Jalan Daan Mogot terjadi gesekan antara pengunjuk rasa dengan petugas tidak dapat dihindari, akibatnya beberapa demonstran termasuk pelajar luka-luka dari bentrokan tersebut.

“Iya tadi ada pelajar yang mengalami luka lecet akibat aksi tadi siang yang berada di Jalan Daan Mogot. Kami melakukan penanganan terhadap pelajar tersebut, ada 5 orang pelajar yang kami tangani,” kata Ade petugas PMI Kota Tangerang kepada infotangerang.co.id, Kamis (08/10/2020).

Namun disayangkan, pelajar yang diobati itu kembali melanjutkan aksi unjuk rasa, bukannya kembali pulang. “Tadi luka bilangnya sih dapet dari gesekan, nah setelah mendapati pengobatan mereka lanjut aksi lagi,” jelas Ade.

Ade juga mengatakan PMI Kota Tangerang menyiagakan 2 unit mobil dan beberapa personil demi menjamin keselamatan masyarakat, baik itu pengunjuk rasa, dan petugas.

“Personil yang standby ada 8 orang dengan 2 unit mobil,” kata dia.

“Kita mobile, tadi standby di Daan Mogot dan sekarang di lampu merah pos Cimone dengan menggunakan ambulans,” ujarnya. (Arf/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *