Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Radang Amandel: Gejala, Pencegahan, Pengobatan, dan Risiko Pasca-Operasi

Kesehatan  

Editor: Ardiansyah

Foto: ilustrasi. (Dok. RS Sari Asih Group)
Advertisement

Kenapa Terjadi Perdarahan Setelah Operasi Amandel?

Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pasien dewasa terkait tindakan tonsilektomi adalah risiko timbulnya perdarahan pasca-operasi. dr. Mediana Dewi Estanty, Sp.THT, menjelaskan bahwa secara medis, perdarahan pasca-operasi amandel terbagi menjadi dua fase utama, yaitu perdarahan primer (terjadi dalam 24 jam pertama) dan perdarahan sekunder (terjadi antara hari ke-5 hingga ke-10 setelah operasi).

Beberapa faktor medis yang mendasari perdarahan tersebut dapat terjadi ialah:

1. Proses Pelepasan Kerak Luka (Slough Separation)

Setelah amandel diangkat, area bekas operasi tidak dijahit seperti luka kulit luar biasa, melainkan dibiarkan pulih secara alami. Di atas luka tersebut akan terbentuk lapisan pelindung berwarna keputihan atau keabuan yang disebut slough (kerak luka). Pada hari ke-5 hingga ke-10 pasca-operasi, kerak ini secara alami akan mulai mengelupas. Jika proses pengelupasan terjadi terlalu cepat atau dipicu oleh gesekan makanan, pembuluh darah kecil di bawahnya bisa terbuka dan memicu perdarahan sekunder.

Baca juga:  Ini Tips Berpuasa Bagi Pasien Diabetes

2. Konsumsi Makanan Bertekstur Keras

Pasien yang baru saja menjalani operasi amandel sangat diwajibkan untuk mengonsumsi makanan bertekstur lunak, dingin, dan halus (seperti bubur saring, es krim, atau puding). Memaksakan diri mengonsumsi makanan padat, renyah, keras, atau panas terlalu dini dapat menggores area luka operasi yang masih sangat rapuh dan memicu robeknya pembuluh darah.

3. Dehidrasi dan Tenggorokan Kering

Rasa nyeri pasca-operasi sering kali membuat pasien enggan untuk minum atau menelan. Padahal, kondisi tenggorokan yang kering akan membuat jaringan luka menjadi kaku dan sangat rentan pecah atau berdarah. Menjaga asupan cairan dingin tetap masuk secara konstan sangat penting untuk menjaga elastisitas jaringan di area bekas operasi.

4. Tekanan Tinggi akibat Batuk, Mengejan, atau Aktivitas Berat

Aktivitas fisik yang terlalu berat, batuk yang dipaksakan, berdeham terlalu keras, ataupun mengejan dapat meningkatkan tekanan darah di area kepala dan leher secara mendadak. Peningkatan tekanan vaskular ini dapat dengan mudah menjebol sumbatan pembuluh darah yang sedang dalam proses penyembuhan.

Baca juga:  Hoaks or Not: Mandi Malam Hari Bisa Timbul Penyakit Paru-paru Basah

Ditegaskan dr. Mediana Dewi Estanty, Sp.THT, radang amandel tidak boleh disepelekan, terutama jika gejalanya sudah mulai mengganggu kualitas tidur dan aktivitas harian Anda.

“Jika tindakan operasi amandel diperlukan, pasien tidak perlu panik secara berlebihan mengenai risiko perdarahan, asalkan selalu mematuhi instruksi pasca-operasi dan membatasi aktivitas fisik sesuai anjuran,” sebutnya.

Bagi Anda atau keluarga yang mengalami keluhan sakit tenggorokan berulang atau pembengkakan di area amandel, segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan komprehensif di Poliklinik THT RS Sari Asih Ciedug bersama dr. Mediana Dewi Estanty, Sp.THT untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat dan aman.

(Mad/Rdk)

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement