INFOTANGERANG.CO.ID – Aksi pencurian kotak amal kembali meresahkan warga di Jakarta Timur. Kali ini, Mushalla Nurul Bashor yang berlokasi di Jalan Buaran Satu, Klender, Duren Sawit, menjadi sasaran empuk. Seorang pria tak dikenal berhasil menggasak uang donasi diperkirakan mencapai Rp8 juta hingga Rp10 juta.

Kejadian yang terjadi pada Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 07.05 WIB tersebut terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di dalam mushalla.

Menurut kesaksian Arfan, salah seorang warga sekitar, jumlah kerugian terbilang besar lantaran kotak amal tersebut biasanya baru dibuka sekali dalam setahun.

“Kerugian akibat pencurian itu sekira Rp8 juta hingga Rp10 juta, karena kotak amal dibukanya setahun sekali,” ujar Arfan di Jakarta, Senin (17/11/2025).

Dalam rekaman CCTV, terlihat pelaku yang mengenakan celana pendek dan membawa ransel memasuki area mushalla. Pria tersebut bergerak mendekati kotak amal dan menyeretnya ke sisi mimbar. Di lokasi tersembunyi tersebut, ia kemudian membongkar paksa isi kotak amal.

Menariknya, sebelum melancarkan aksinya, pelaku sempat berupaya memutus jejak dengan mematikan salah satu kamera CCTV yang berada di dekat mimbar. Namun, kecerobohan pelaku berujung pada kegagalan. Ia tidak menyadari keberadaan kamera lain yang tersembunyi di sejumlah sudut ruangan. Seluruh gerak-gerik pencuriannya pun terekam secara utuh.

“Pelaku beraksi seorang diri,” tambah Arfan. “Setelah dibongkar, pelaku hanya menyisakan uang sebesar Rp2 ribu di dalam kotak amal.”

Kasus pembobolan ini bukan kali pertama dialami oleh Mushalla Nurul Bashor. Arfan mengungkapkan bahwa insiden serupa sudah terjadi sebanyak tiga kali.

“Ini sudah ketiga kalinya kehilangan. Ini yang terekam CCTV,” ungkapnya.

Berbekal rekaman CCTV yang jelas, warga setempat kini bergerak cepat. Wajah pelaku telah disebarkan melalui grup paguyuban di area Buaran dengan harapan ada warga yang mengenali. Selain itu, kasus ini telah dilaporkan kepada pihak berwajib di Polsek Duren Sawit. Petugas kepolisian juga diketahui telah mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Aksi pencurian ini menjadi pengingat bagi pengelola rumah ibadah untuk memperketat keamanan, terutama dalam menjaga aset dan dana donasi umat.

(AD/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *