Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Ruwatan Budaya, Aria Bima: Padepokan Mbangun Karso Tempat Kreasi Seniman Wong Cilik

Infografis  

Ruwatan budaya Mbangun Karso. (Dok. PWI Kabupaten Tangerang)
Advertisement

Dan saat ini, kata dia berkembang menjadi Padepokan Kebangsaan yang didalamnya juga terdapat lembaga pendidikan berkelas internasional.

Menurut Anggota DPR RI Dapil Banten itu, bahwa kegiatan tersebut juga digelar untuk membangkitkan kembali dunia seni budaya yang sempat terpuruk karena pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini kondisi para pelaku seni budaya nasional dapat kembali bangkit untuk menghibur masyarakat. Karena dengan begitu kehidupan ekonomi mereka akan membaik pula,” ujarnya.

Direktur Karang Tumaritis Institute Abraham Garuda Laksono menjelaskan, bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Sekolah Kania dalam pendidikan para imigran. Yayasannya juga mempunyai Institute Kibar UMKM Pancasila atau IKUP yang memfokuskan diri dalam melakukan pembinaan kepada UMKM.

Baca juga:  Waspada Leptospirosis di Musim Hujan: Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Tercatat ada 150 an UMKM yang dibina dalam memperlancar usahanya (pembuatan NIB, sertifikasi halal, PIRT, sampai dengan mendapatkan label SNI).

“Semua itu merupakan upaya dalam mewujudkan Trisakti sebagaimana yang dicita-citakan oleh Bung Karno. Hal ini terus kami lakukan demi mewujudkan kesejahteraan bagi para pelaku usaha mikro,” ungkap Abraham Garuda anak muda jebolan James Cook University Singapura.

Diketahui, kegiatan Ruwatan Budaya dan Pelantikan Pengurus Padepokan Budaya Mbangun Karso sekaligus Peresmian Kembali Aula Trisakti Bung Karno itu berlangsung meriah.

Baca juga:  Masyarakat Pernaskahan Nusantara Gelar Bimtek Konservasi Naskah di Padang

Sejak pagi hari masyarakat sekitar Padepokan disuguhkan dengan pagelaran budaya mulai dari campur sari, liong, barongsai, gambang kromong hinga Reog Ponorogo, juga pembagian ratusan paket sembako bantuan CSR BRI bagi penggiat budaya.

Kegiatan seni budaya ini bersambung hingga malam hari dengan menampilkan kesenian Debus Jalak Setra Tembong Agung Banten dari Padepokan Sinatria Sunda.

Kegiatan diakhiri dengan menampilkan pegelaran wayang kulit semalam suntuk sampai dini hari dengan Dalang Ki Doto Prabowo membawakan lakon Wahyu Cakra Ninggrat.

(Rdk)

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement