Sekretaris Camat Tangerang, Ahmad Taufik Hidayat, menambahkan bahwa tradisi tahunan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi warga. Dengan menyambut Ramadan dalam keadaan bersih, masyarakat diharapkan lebih termotivasi untuk meningkatkan intensitas ibadah dan kegiatan keagamaan selama bulan puasa.
Senada dengan hal tersebut, Indah, salah satu warga setempat, mengaku selalu antusias mengikuti ritual ini. Menurutnya, keramas bersama tetangga memberikan ketenangan batin yang berbeda dibandingkan mandi di rumah masing-masing. “Rasanya lebih khusyuk menyambut Ramadan karena dilakukan bersama-sama,” ungkapnya.
Melalui pelestarian tradisi ini, masyarakat Kelurahan Babakan menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal tetap mampu bertahan di tengah modernitas perkotaan, sekaligus memperkuat karakter religius Kota Tangerang.
(AD/Rdk)



