Kritik juga diarahkan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Inspektorat. Bappeda dinilai tidak cermat dalam melakukan perencanaan dan evaluasi, sementara Inspektorat dianggap gagal melakukan tindakan preventif.
Khaerudin menilai kegiatan ini sebagai pemborosan di tengah kondisi infrastruktur rusak dan tingginya angka kemiskinan di Tangerang.
RDP yang dipandu Wakil Ketua DPRD Kholid Ismail ini menindaklanjuti aksi demonstrasi sebelumnya. Khaerudin mengaku kecewa karena dalam RDP tidak dihadiri oleh Sekda dan kepala OPD terkait, serta jawaban dari perwakilan pemda dinilai masih spekulatif dan tidak transparan.
(Febri/Rdk)
Advertisement
Scroll to Continue With Content



