SUBANG – Keterbatasan fisik tidak menyurutkan langkah Pak Tata untuk terus bekerja. Pria 45 tahun warga Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat ini sudah 20 tahun menjadi tukang servis elektronik.

Tata mengatakan, berbagai macam elektronik rusak bisa dia perbaiki. Banyak tetangga Tata yang suka dengan hasil kerjanya.

Insya Allah elektronik kaya televisi, ampli atau power sound system bisa saya benerin, kulkas, mesin cuci, dan macem-macem elektronik apa aja Insya Allah saya bisa hidupin lagi. Cuma satu yang gak bisa, komputer. Karena kalau komputer ada softwarenya itu saya gak ngerti,” tutur Tata kepada infotangerang.co.id saat dirinya memperbaiki salah satu elektronik di Villa Cempaka Ciater, Subang, Kamis (24/2/2022).

“Tetangga pada puas sama hasil kerja saya. Awet katanya mah gak rusak-rusak lagi. Jadi tetangga suka bawa temennya kalau benerin apa-apa gitu jadi ke saya,” lanjut Tata.

Banyak suka duka menjadi tukang servis, kata Tata, keterbatasan fisik menjadi kendala dirinya saat ingin membeli perangkat elektronik yang rusak.

Kendati demikian, Tata yang belum menikah ini tergabung dalam salah satu komunitas elektronik di Ciater.

“Kadang suka sedih, saya mesti dibopong kalau ada panggilan servis dan kalau butuh beli spare part ada alat yang harus diganti terus nyuruh orang beli suka ada aja yang gak mau,” ungkapnya.

“Tapi Alhamdulillah masih ada komunitas yang percaya sama saya, jadi ngebel mereka Insya Allah di grup ada yang bantu beliin spare partnya,” sambung Tata.

Tata mengungkapkan, ongkos jasa servis juga tidak mahal. Menurutnya, bekerja lebih baik dari pada jadi pengemis.

Ya ongkos kerja mah gak matok, kadang sepengertian aja, dan dari pada mengemis dan mengharap pemberian orang lain lebih baik saya kerja begini,” ujar dia.

Kesedihan pun bertambah saat Tata ditanya tentang status dirinya mengapa belum berkeluarga di usianya yang sudah memasuki 45 tahun.

“Mau punya istri sama anak tapi saya gak laku. Karena mungkin lihat keadaan saya begini,” ucap Tata sembari mengusap air matanya.

(Fan/Fan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *