Selain itu, Pemkab terus memperkuat kemitraan lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, dunia pendidikan, perbankan, hingga komunitas kreatif. “Kami ingin membangun ekosistem usaha mikro yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi, terutama di tengah perkembangan ekonomi digital saat ini,” tegasnya.
Ketua Dekranasda Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, menjelaskan bahwa Tangerang Expo 2025 mengusung enam tujuan utama, di antaranya adalah memperluas promosi produk unggulan, memperkuat jejaring bisnis UMKM, menumbuhkan rasa cinta terhadap produk lokal, serta memperkenalkan potensi wisata dan budaya daerah.
“Kami ingin Tangerang Expo menjadi agenda tahunan unggulan yang mampu menarik minat wisatawan, investor, dan pelaku bisnis, sekaligus memperkenalkan potensi wisata serta budaya lokal Kabupaten Tangerang,” jelas Rismawati.
Tangerang Expo 2025 diikuti oleh total 25 tenant booth, yang mencakup instansi daerah Kabupaten Tangerang, instansi luar daerah seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang, Dinas Perikanan Kota Palembang, hingga Dekranasda Kabupaten Pali. Selain itu, pameran ini turut dimeriahkan oleh pelaku UMKM dari Lombok, Pekalongan, dan DKI Jakarta, menjadikan acara ini sebagai wadah pertukaran ide dan jejaring bisnis yang inklusif.
Selama empat hari, pengunjung dapat menikmati beragam kegiatan pendukung, mulai dari fashion show, live music, talkshow, hingga lomba mewarnai dan tari tradisional. Wabup Intan berharap acara ini dapat menginspirasi UMKM untuk terus berinovasi dan menjadikan kolaborasi serta kreativitas sebagai kunci daya saing ekonomi daerah.
(AD/Rdk)



