KABUPATEN TANGERANG – Perpaduan 2 kata penuh makna, Teluk dan Naga memiliki arti tersendiri. Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, dalam sejarahnya merupakan pintu masuk para pendatang asal Tiongkok, China, yang datang ke Nusantara untuk berdagang.
Gerbang masuk para pendatang Tiongkok ini berbatasan dengan wilayah DKI Jakarta. Kini dikenal dengan Kecamatan Teluknaga yang berada di pesisir utara Kabupaten Tangerang.
Melansir laman resmi tangerangkab.go.id, Kamis (3/2/2022) nama Teluk Naga berasal dari dua penggalan kata, yakni Teluk atau bagian laut yang menyisir daratan, dan Naga yang kala itu menjadi ciri khas pendatang Tionghoa yang identik dengan kapal-kapal naganya.
Para pendatang dari Negeri Tiongkok itu masuk lewat teluk yang merupakan terusan Sungai Cisadane yang kini telah mengalami perubahan aliran akibat dibangunnya bendungan.
Kini Sungai Cisadane menjadi pembatas bagian barat antara Kecamatan Teluknaga dan Pakuhaji.
Berada di wilayah yang memiliki garis pantai, di Kecamatan Teluknaga terdapat sebuah pantai bernama pantai Tanjung Pasir yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kepulauan Seribu.
Sisi timur Kecamatan Teluknaga berbatasan dengan DKI Jakarta dan Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Di sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Neglasari yang merupakan wilayah Kota Tangerang. Dari perbatasan ini hanya butuh waktu sekitar 10 menit menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Menjadi gerbang masuk pedagang asal Tiongkok, hal tersebut menjadikan Teluknaga sebagai daerah untuk menetap bagi sebagian pedagang Tionghoa tersebut.



