MEDAN – Kuil Shri Mariamman merupakan kuil tertua di Sumatera Utara dengan usia yang mencapai lebih dari 1 abad.
Terletak di Kampung Madras, yang sebagian besar merupakan rumah bagi komunitas India Tamil, kuil ini telah menjadi tujuan favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke desa tersebut. Kehadiran Kuil Sri Mariamman menandakan bahwa kota Medan merupakan kota dengan berbagai budaya, agama dan suku.
Berlokasi di Jalan Teuku Umar, Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kuil Shri Mariamman ini adalah sebuah bangunan yang berada di pusat Kota Medan yang digunakan oleh umat Hindu Tamil sebagai tempat ibadah.
Bangunan kuil ini dikelilingi dinding batu setinggi 2,5 meter yang dipenuhi ukiran dan patung. Bangunan juga ditutupi mahkota kuil, yang menampilkan patung dewa dewi.
“Bangunan rumah ibadah ini merupakan kuil Hindu tertua di Kota Medan, dibangun pada 1884 M,” ujar Chandra Bose selaku Ketua Kuil Shri Mariamman Medan, dilansir infotangerang.co.id dari akun Youtube Eyang Putri Channel, Minggu (19/2/2023).
Candi ini memiliki nama arti tersendiri bagi masyarakat sekitar. Kuil Sri Mariamman dinamai Dewi Mariamman. Dewi ini banyak dipuja di wilayah selatan India. Menurut kepercayaan Hindu, Dewi Mariamman adalah dewi yang dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit, dari penyakit ringan hingga penyakit berat. Dewi Mariamman juga dipercaya dapat menurunkan hujan pada musim kemarau dan tandus.
Sebelumnya, kuil ini dibangun oleh seorang pemuda India Tamil bernama Gurdhuara Sahib, seorang pekerja di sebuah perkebunan tembakau di Sumatera bagian utara. Salah satu daya Tarik kuil ini adalah arsitekturnya yang indah. Kuil ini memiliki arsitektur khas Dravida India, bangunan kuil juga memiliki banyak relief dan arca yang melambangkan kehidupan umat Hindu kuno.
Ketika masuk dan menginjakkan kaki di depan pagar yang menutupi area kuil, pesona arsitektur sudah mulai terasa hadir di bagian atas gerbang yang dihiasi beragam patung dan lukisan tak luput dari pandangan mata. Sejenak rasanya, berasa sedang traveling ke negara India.
Memasuki kuil melalui gerbang utama, ada dua patung Dewa Siwa di depan pintu masuk. Di bagian atas kuil terdapat patung ganesha yang merupakan lambang hewan suci umat Hindu. Kemudian di puncak gapura dan di kiri kanan gapura terdapat arca Tuwarsakti, dewa penjaga Dewi Shri Mariamman yang cantik jelita.
Keunikan patung ini terletak pada empat tangan yang dilengkapi trisula. Di dalam kuil juga terdapat tiga tempat pemujaan. Ada patung Shri Mahawisnu, Siwa dan Brahmana di masing-masing dari tiga tempat ibadah utama.
Tiang dan lantai candi ini terbuat dari marmer, dilapisi karpet hijau, dan lampu-lampu mewah digantung di langit-langit candi yang dihiasi. Jeindahan candi ini masih sangat terpelihara dengan baik, meskipun sudah berdiri selama hampir 1 abad lamanya.
Mengenai tiket masuk, tak ada kewajiban bagi para pengunjung. Tetapi kalau berkenan, dapat memberikan seikhlasnya di kotak yang sudah tersedia di bagian pojok. Bagi para pengunjung juga harus menghormati umat Hindu yang sedang beribadah saat berkunjung kesana. Seperti melepas sepatu saat masuk dan tidak berisik agar peribadatan tetap hikmat.
Bila hendak memasuki ruangan, jangan lupa untuk meminta izin kepada penjaga kuil. Untuk mengambil foto atau gambar Kuil Shri Mariamman pun diperbolehkan tetapi harus izin dan bersikap sopan.
Berkunjung ke Kuil Shri Mariamman tersebut, ada hal penting yang wajib diketahui dan tidak boleh diabaikan. Sebab ada jam tertentu yang masih digunakan untuk keperluan ibadah. Maka itu, para pengunjung lebih baik datang saat pagi mulai pukul 10.00 hingga 15.00 waktu setempat.
(Ard/Rdk)


