Program vaksin keliling ini, lanjut Gesit, nantinya akan menyasar ke masyarakat yang ada di pelosok perkampungan atau pedesaan, karena kendala dalam akses digital seperti pendaftaran vaksin secara online.

“Hasil analisa dan evaluasi kita dalam pelaksanaan vaksin massal ini adalah masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengoperasionalkan gadget atau HP untuk daftar vaksin secara online,” ujar Gesit.

“Dengan berbagai alasan mungkin yang besar karena tingkat literasi digitalnya rendah tidak tau cara mendaftar online kemudian dari faktor yang lain sehingga mereka tidak bisa datang ke gerai vaksin yang ada di wilayah Kecamatan Panongan,” lanjutnya.

Linawati (40) warga Desa Ranca Kelapa, Kecamatan Panongan menyambut baik vaksin keliling Polsek Panongan. “Vaksin keliling ini memudahkan ibu-ibu yang sibuk ngurusin rumah tangga. Kalau datang ke gerai agak sedikit males sebapkan kadang ada anak di rumah masih bayi atau repot ngurusin kebutuhan anak-anak juga. Banyak juga ibu rumah tangga disini yang blm vaksin,” tandasnya.

Sebagai informasi, peluncuran vaksinasi mobile ini dilakukan dalam rangka mendukung percepatan vaksinasi Covid-19 yang dicanangkan pemerintah. Polres Kota Tangerang menargetkan 1.000 orang divaksin per hari lewat vaksinasi keliling ini. (Jhn/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *