INFOTANGERANG.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang melaporkan lonjakan kasus diabetes melitus yang cukup signifikan pada tahun ini. Sebanyak 48.815 warga terdata mengidap penyakit tersebut, dengan mayoritas penderita berada pada kelompok usia di atas 40 tahun.

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengungkapkan bahwa penyakit yang sering disebut sebagai “ibu dari segala penyakit” ini telah menyebabkan 60 orang meninggal dunia di wilayah tersebut sepanjang tahun 2025.

“Rata-rata usia kebanyakan yang terjangkit, yang terkena diabetes itu paling banyak usianya di atas 40 tahun,” ujar Hendra di Tangerang, Selasa (16/12/2025).

Berdasarkan data Dinkes, angka penderita diabetes di Kabupaten Tangerang mengalami kenaikan sebesar 494 kasus jika dibandingkan dengan tahun 2024. Pada tahun sebelumnya, tercatat ada 48.321 kasus dengan angka kematian mencapai 32 orang. Peningkatan ini menunjukkan tren kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok usia produktif dan lansia.

Hendra menjelaskan bahwa sekitar 70 persen dari total penderita merupakan individu dengan usia rentan yang sangat berisiko mengalami komplikasi fatal.

“Diabetes merupakan penyakit tidak menular yang paling rentan menimbulkan komplikasi dan mematikan. Komplikasi pertama bisa stroke, serangan jantung, kebutaan akibat kerusakan saraf mata, hingga luka yang sulit sembuh,” tuturnya.

Lebih lanjut, Hendra memaparkan bahwa penyebab utama diabetes dipicu oleh dua faktor utama, yakni keturunan dan pola hidup yang tidak sehat. Konsumsi makanan serta minuman dengan kadar gula tinggi menjadi faktor risiko tertinggi.

“Jadi tidak banyak gerak, makan manis-manis terlalu banyak, termasuk konsumsi alkohol juga bisa menyebabkan diabetes karena kadar gulanya tinggi,” jelasnya.

Menanggapi situasi ini, pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih konsisten dalam menjalani pola hidup sehat dan rutin melakukan deteksi dini. Dinkes menyarankan warga untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Pencegahan sangat penting. Masyarakat bisa memanfaatkan program cek kesehatan gratis tersebut sebagai langkah awal mengontrol kondisi tubuh mereka,” pungkas Hendra.

(AD/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *