“Karena memang ini adalah anggaran untuk mengatasi pemulihan di dalam proses (penanganan) pandemi COVID-19. Tiga bulan sudah berjalan, tiga bulan selanjutnya tentu saja nanti akan kami evaluasi juga terkait program-program bansos Pemerintah ini,” ungkapnya.

Ia juga berharap, ada perbaikan dan evaluasi terkait masalah data jika memang masih ada masalah-masalah yang ditemukan dalam penyaluran bantuan sosial tunai tersebut.

Sementara Mensos RI, Juliari P Batubara mengungkapkan, jika Kabupaten Tangerang merupakan wilayah paling banyak menerima alokasi Bantuan Sosial Tunai (BST). Dari total sekitar 400 ribu BST yang disalurkan di Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang menerima jatah sebanyak 150 ribu Kepala Keluarga (KK). 

“Karena memang penduduknya juga banyak hampir 4 juta dan Tangerang ini daerah industri jadi begitu ada covid begitu PSBB banyak orang yang di PHK yang dirumahkan jadi sangatlah wajar pemerintah mengalokasikan BST sampai 150 ribu,” tandasnya. (Dhi/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *