JAKARTA – Transformasi digital menjadi kunci kebangkitan UMKM Indonesia. APRINDO gandeng Microsoft mengakselerasi digitalisasi bagi ritel modern dan UMKM Indonesia.
Menyambut Hari Ritel Nasional yang jatuh pada pada 11 November, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dan Microsof bekerja sama menyelenggarakan rangkaian kegiatan Hari Ritel Nasional 2021 secara hybrid dengan mengangkat tema Ritel Tangguh UMKM Maju Indonesia Bangkit.
Pagelaran ini terdiri dari aktivitas pendidikan dan pelatihan melalui seri webinar daring, gelaran produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pemberian apresiasi kepada sosok yang mendorong pertumbuhan dan kemajuan ritel modern, aktvitas lowongan kerja, serta aktivitas berbagai inisiatif yang sinergis dan kolaboratif.
Termasuk di dalam inisiatif ini antara lain kerja sama APRINDO dengan Microsoft dalam mengakselerasi transformasi digital peritel dan UMKM melalui perilisan microsite serta Buku Panduan Untuk Ritel dan UMKM Modern Indonesia yang dapat diakses melalui tautan https://ritelmodernindonesia.com/.
Berbagai tahapan digitalisasi yang sesuai dengan kebutuhan ritel dan UMKM serta solusi teknologi yang dapat digunakan untuk mendigitalisasi bisnis ritel dan UMKM di berbagai tahap kebutuhan tersebut dapat ditemukan di panduan ini.
Oke Nurwan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia mengatakan ritel modern adalah pelaku usaha di sektor strategis hilir yang memberikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan sehari-hari bagi konsumsi rumah tangga atau masyarakat.
Seiring dengan arus globalisasi dan akselerasi digital yang signifikan, tentunya suatu keharusan bahwa pelaku usaha ritel modern perlu mentransformasikan usahanya mengikuti perubahan perilaku konsumen. Selain menyediakan tempat dan lokasi strategis agar konsumen dapat berbelanja secara luring (offline).
Menurutnya, usaha ritel juga perlu memasarkan dan mempromosikan barang-barang via daring peritel (online retailer) dan marketplace. Sebutan O2O (offline-to-online) bukan lagi merupakan dikotomi, tetapi suatu keniscayaan untuk dikembangkannya sinergisitas.
“Termasuk disini, pengembangan para pemasok ke gerai ritel modern, diantaranya para UMKM yang perlu terus menerus diberikan pembinaan usaha seperti adopsi teknologi yang tepat guna peningkatan produktivitas yang efisien dan efektif. Karena itu, dukungan berbagai inisiatif lintas sektoral seperti yang dilakukan APRINDO melalui rangkaian acara Hari Ritel Nasional ke-II bersama Microsoft, para mitra korporasi swasta, serta mitra BUMN, kementerian dan lembaga kami apresiasi,” tutur Oke Nurwan dalam keterangan persnya, Rabu (10/11/2021).
“Kami mendukung gelaran ini sepenuhnya, guna mendukung kemajuan usaha meningkatkan daya saing usaha ritel modern, dan UMKM bagi Indonesia maju dan bangkit,” sambungnya.
Selain aspek kompetensi digital bersama Microsoft, APRINDO juga terus berupaya memajukan industri ritel Indonesia melalui sejumlah kerja sama lain. Misalnya, dengan HALAL Lifestyle Indonesia dalam mensosialisasikan, memperluas akses pasar, dan mempromosikan produk halal Indonesia diantaranya dengan PT Pos Indonesia dalam hal pengoptimalan Jasa pengiriman dan transportasi barang ke berbagai daerah, dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam penerapan jaminan kehilangan pekerjaan, dan dengan PT Teknologi Plus dalam penyediaan pembiayaan inklusif (P2P lending) yang produktif bagi UMKM.
Di kesempatan yang sama, Roy N Mandey selaku Ketua Umum DPP APRINDO mengatakan industri ritel harus terus digaungkan bagi perekonomian Indonesia. Bersama Microsoft kami yakin dapat menyediakan platform yang saling terkoneksi dan tentunya dapat terhubung dengan konsumen.
“Kami sangat antusias dapat kembali menggaungkan pentingnya industri ritel bagi perekonomian Indonesia di Hari Ritel Nasional 2021 ini. Bekerja sama dengan Microsoft kami senang. Karena tahun ini dapat menyediakan platform yang lebih luas bagi bisnis ritel untuk saling terkoneksi dan bahkan terhubung dengan konsumen. Tidak hanya itu, melalui rangkaian acara yang masih akan berlangsung hingga Desember mendatang, kami juga akan memberikan mereka lebih banyak solusi digital dan program pemberdayaan bersama di berbagai institusi. Kiranya kerja sama ini dapat menjadi titik awal bagi bisnis ritel termasuk UMKM dalam menavigasi pilihan digital yang tersesia dan terus berkembang untuk menjawab tantangan globalisasi saat ini,” jelas Roy.
Berdasarkan data yang dipaparkan Kementerian Perdagangan, ekonomi digital Indonesia diproyeksi akan tumbuh delapan kali lipat pada tahun 2030. Dengan tingginya jumlah ritel di Indonesia dan besarnya potensi digitalisasi ritel, maka percepatan digitalisasi ritel berkontribusi positif terhadap percepatan ekonomi digital Indonesia.



